Rezeki dari TUHAN, Jangan Takut Kehilangan Jabatan

by Slyika

Segera mengajukan surat pengunduran diri. Jangan takut kehilangan jabatan. Rezeki itu sepenuhnya dari TUHAN.

Jauh sebelum alam semesta ini dibentuk, Sang Pencipta sudah menentukan rezeki setiap orang. Terpenting tetap berusaha untuk mendapatkannya.

Saya menyampaikan penegasan itu kepada seorang teman yang sedang galau. Antara mempertahankan jabatannya atau mundur karena sudah tidak ada kecocokan sama atasannya

Dari cerita yang disampaikan teman itu, atasannya dzolim. Bahkan tidak profesional dalam bekerja karena sering membawa hal-hal pribadi yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan pekerjaannya.

Jika kemauan atasannya tidak dipenuhi, meski sama sekali tidak ada kaitannya dengan pekerjaan, teman itu jadi sasaran emosi dan kemarahannya. Bisa berhari-hari tidak menyapa kawan tersebut.

Sikapnya sering kekanak-kanakan. Ingin selalu dihormati namun tidak mau menghormati orang lain. Akibatnya terjadi banyak benturan. Tidak hanya dengan teman itu, tetapi juga sama pegawai yang lainnya.

Makin Sukses
Teman itu awalnya sempat ragu untuk mengundurkan diri. Khawatir mendapat cap negatif. Selain itu, meski tidak disampaikan, rezekinya dalam bentuk materi bakal berkurang. Tidak lagi menerima tunjangan jabatan dan yang lain-lain.

Saya tegaskan karena niatnya mundur dilandasi hati yang bersih dan niat baik, sehingga tidak perlu sedikit pun khawatir. Apalagi jika dikaitkan dengan materi yang bakal diperolehnya.

Rezeki itu berasal dari berbagai penjuru mata angin. Waktu datangnya sering tidak diduga-duga. Hanya TUHAN tahu tentang itu.

Lahan untuk beribadah yang implementasinya dalam bekerja sehari-hari banyak sekali. Jadi setelah resmi mundur dari jabatannya, bisa lebih leluasa melakukan berbagai aktivitas.

Karena teman itu pengalamannya banyak dan cerdas, saya yakin dia makin sukses setelah tidak menjabat. Juga hidupnya bakal lebih tenang dan nyaman.

Jangan Dendam
Saya sarankan juga agar teman itu jangan pernah dendam pada atasannya. Pelajaran paling berharga adalah langsung memaafkan atasannya.

Kemudian mendoakan agar TUHAN mengubah hatinya jadi baik dan bersikap humanis kepada semua orang termasuk pads semua anak buah dan mantan bawahannya.

Tetap menjalin silaturahim sama atasannya. Sehingga meski pernah didzolimi namun komunikasi dan hubungannya tetap baik.

Awalnya teman itu sangat sulit menerima saran saya terutama untuk melaksanakannya. Setelah saya sampaikan manfaatnya yang banyak sekali dengan selalu bersikap poaitif, akhirnya dia bisa menerima semua masukan saya. Disertai janji akan melaksanakannya.

“Terima kasih banyak Pak Aqua untuk semua sarannya. Insya ALLAH saya laksanakan,” ujar teman itu penuh semangat. Alhamdulillah…

Semoga TUHAN menyentuh hati atasannya yang dzolim itu, sehingga tidak ada korban berikutnya. Aamiin ya robbal aalamiin…

Dalam kondisi hujan lebat, sesaat setelah mendarat di Bandara Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur dari Mataram, Nusa Tenggara Barat, saya ucapkan selamat berusaha memaafkan orang-orang yang pernah mendzolimi. Salam hormat buat keluarga.

Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

0 comment
2

Related Post

Leave a Comment