Berawal dari sekedar nongkrong dan kongkow bareng kawan sekomplek, tiga pemuda yang piawai dalam bermusik yakni Yori (Vokal) yang akrab disapa Opa, Isnandar alias Iis (Gitar) dan Rofik alias Pheng (Vokal) sepakat membentuk sebuah band bernama Bahasa Bunyi.
“Kebetulan para personil band ini berlatar belakang dari keluarga pecinta dan penikmat musik yang berujung pada ide serius untuk bermusik yang dituangkan dalam karya musik dalam bentuk Band Bahasa Bunyi,” tutur Yori mengawali persuaan dengan redaksi beritaind.com, Selasa, (1/3/22).
Yori melanjutkan, Bahasa Bunyi berasal dari Kota Depok, tepatnya di Komplek Timah, Kelapa Dua Cimanggis, Jawa Barat.
“Bahasa bunyi adalah cerita masa lalu, hari ini dan jauh ke depan. Semuanya sama dan semua itu dikemas lewat bunyi (musik),” jelas lelaki alumnus Universitas Indonesia ini.
Kategori indie folks yang banyak disebut oleh para penikmat musik disajikan oleh Bahasa Bunyi secara apik sehingga menjadi bagian dari konsep band ini.
“Tapi secara keseluruhan lagu yang kami ciptakan selalu universal dalam arti bercerita tentang kehidupan, rasa cinta, kebahagiaan, kegelisahan atau apa saja yang bermuara dalam karya musik,” ungkap Isnandar.

Bahasa Bunyi merilis single pertama pada tanggal 24 januari 2022 lalu yang berjudul “Hingga Akhir” dan sudah dapat dinikmati atau didengarkan pada semua digital musik platform.
“Lirik lagu atau single terbaru Bahasa Bunyi memaknai kebahagiaan di setiap insan yang berbeda-beda. Harapan kami semoga karya Bahasa Bunyi bisa diterima pecinta dan penikmat musik di Tanah Air,” tandas Rofik. (boy iskand)

1 comment
Sukses terus buat bahasa bunyi