416 Mahasiswa Unsri Lulus Predikat Cumlaude

by Slyika

PALEMBANG – Sebanyak 416 atau 45 persen mahasiswa Universitas Sriwijaya lulus dengan predikat cumlaude. Hal ini diungkapkan Rektor Unsri Prof Dr. Anis Saggaf saat menggelar wisuda yang ke-160 Fakultas Hukum Tower Unsri Palembang, Rabu (22/6/2022).

“Dari jumlah total mahasiswa yang diwisuda sebanyak 1006 mahasiswa dengan lulus predikat pujian atau Cumlaude berjumlah 416 mahasiswa atau 45 persen. Ini menunjukkan proses belajar mengajar di Unsri itu sudah sesuai yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia,” ujar Abis.

Anis menuturkan kenaikan senifikan ini menjadikan UNSRI menuju World Class University. Sehingga proses belajar mengajar dilaksanakan dengan baik sesuai mata kuliah dan mahasiswa bisa dapat meningkatkan Indeks Pendidikannya.

“Jadi tidak ada lagi alasan bahwa ada mahasiswa bodoh. Pendidikan World Class University, mata kuliahnya tersampaikan ke mahasiswa dan mereka bisa menyerap mata kuliah tersebut. Sehingga terciptanya lulusan dengan predikat cumlaude itu banyak,” tuturnya.

Dijelaskannya untuk universitas yang masuk World Class University itu, yang cumlaude diatas 90 persen. Di Indonesia, Universitas yang lulusannya dengan cumlaude itu terkadang 20 persen, ada juga terkadang 15 persen.

‘Perguruan Tinggi yang sehat yakni menu belajar diberikan, tugas diberikan dan diperiksa, kalau mau remedial itu dilakukan. Itu sudah berjalan di Unsri,” jelas Anis.

Menurut Anis, zaman sekarang dosen memberikan jalan ke mahasiswa jadi tidak perlu disuapi. Karena kemajuan teknologi canggi sumber ilmu itu ada dimana mana.

Dosen memberikan guide ke mahasiswa agar bisa dengan mudah memahami dan menyerap mata kuliah yang diberikan.

“Kita sudah menerapkan metode tersebut sejak tahun 2017. Sehingga mahasiswa yang tamat dari Unsri itu paling lama 5 tahun, bahkan sudah banyak yang menamatkan pada semester 7 atau 8 semester,” katanya.

Metode tersebut dapat terlaksana karena adanya komitmen mulai dari rektor sampai ke jajarannya. Mahasiswa diajak mengambil ilmu sebanyak-banyaknya dengan memanfaatkan fasilitas pustaka dan teknologi yang semakin canggih.

“Insya Allah mahasiswa yang belum tamat kuliah, itu tidak hanya mengejar nilai tapi juga mengejar ilmu pengetahuan,” tambahnya. (noverta)

0 comment
2

Related Post

Leave a Comment