Home Opini Menjadi Tua Itu Pasti

Menjadi Tua Itu Pasti

by Slyika

MENJADI tua, itu pasti. Apakah kemudian menjadi dewasa ? Belum tentu. Usia tua lebih dipengaruhi oleh biologis seseorang. 

Tetapi, dewasa sangat tergantung pada psikologis orang tersebut. Meski begitu, harus diakui ada korelasi antara usia dan pendewasaan. 

SEKALI lagi, tak ada jaminan pertambahan usia sejajar dengan pendewasaan berpikir dan bersikap. 

Buktinya, banyak orang tua yang tidak pantas untuk “dituakan.” Tetapi, betapa banyak anak muda di luar sana, pantas untuk “dituakan” karena umur psikologisnya lebih tua dari umur biologisnya.

Itu artinya, ada faktor lain, selain usia yang membuat seseorang dewasa. 

CARROLL Bryant, seorang penulis buku, berkata “Growing old is mandatory but growing up is optional (Menjadi tua adalah pasti, tetapi menjadi dewasa itu pilihan). Tua itu tentang usia. Dewasa itu tentang karakter. 

Semua orang pasti tua, tapi tidak semua memiliki karakter dewasa. Dewasa sesungguhnya pilihan bagi yang menghendakinya. 

LITERASI menyebutkan, setidaknya ada beberapa indikator seseorang disebut dewasa. Bisa memilih mana yang baik dan mana yang buruk. 

Berpikir sebelum bertindak. Berbesar hati menerima kritik. Selalu melihat dalam sudut pandang positif. Dewasa itu mencari solusi. 

Mudah mengakui kesalahan, dan tidak menyalahkan. Bisa mengerti orang lain. Tidak mudah emosi. Mengalah meskipun benar, demi kebaikan. Tidak haus pujian.  

DALAM konteks hubungan kekeluargaan, kemasyarakatan dan kebangsaan, orang dewasa jauh lebih dibutuhkan keberadaannya daripada “orangtua”. 

Dewasa mempercepat peradaban tanpa ada “pendarahan”. Dewasa mempercepat solusi tanpa dikriminasi, kriminalisasi dan tanpa sensasi. 

DEWASA mempercepat tujuan tanpa banyak alasan, juga tidak melulu tentang cuan. Dewasa mempercepat kemenangan dan ketenangan tanpa perlawanan dan kekacauan. Dan seterusnya dan seterusnya. 

KERAP kali, seseorang yang sudah dewasa menggunakan kata Baligh (sampai) dan kata Ar Rusyd. 

Kata Baligh dalam diskursus fiqih kebanyakan mengandung arti kedewasaan secara fisik, seperti mimpi basah bagi pria, dan menstruasi bagi wanita. Instrumen ini dianggap cakap dalam jangkauan pemberlakuan hukum. 

SEDANGKAN, kata Ar Rusyd adalah tingkat kesempurnaan (matang) dalam berpikir. Ar Rusyd bisa dibentuk dari lingkungan sosial, pendidikan dan watak bawaan sejak lahir, yang satu sama lainnya saling mempengaruhi.

Sebenarnya, Ar Rusyd  bisa dicapai bersamaan dengan masa Baligh, jika dalam prosesnya ditunjang edukasi yang baik dan benar. 

DEWASA memang tidak menjamin seseorang menjadi baik dan benar. Titik tekannya, pada cara pikir, pandang, dan cara sikap. Tetapi, langkah awal untuk menuju baik dan benar, lumrahnya melalui fase kedewasaan.  

SETIAP tahun, angka usia manusia terus bertambah. Idealnya, “umur” kedewasaan ikut menyesuaikan. Sehingga, ada kepantasan “bersanding” antara usia dan dewasa.

Antara ukuran baju dan bentuk badan ; pas. Antara nomor celana dan lingkar perut ; sesuai. Antara nomor sepatu dan ruas telapak kaki ; klop. Sungguh, enak dipandang dan menyenangkan. 

SEMOGA, kita semua, termasuk saya, bagian dari orang-orang yang enak dipandang dan menyenangkan karena antara usia dan dewasa sejajar. Aamiin YRA. 

MOHON maaf lahir dan bathin. Semoga bermanfaat. Wallahu’alam.

H Nurcholis Qadafi
Penceramah, Usahawan dan Jurnalis Senior

You may also like

Leave a Comment