Setiap warga bangsa dari negaranya berasal tentunya sudah sepatutnyalah memiliki sikap dan prilaku yang mencerminkan bahwa dirinya sangat bangga dan mencintai negaranya. Negara dari sebuah Tanah Air yang dihuni oleh sesama warga bangsanya.
Sikap dan prilaku sebagai cerminan kecintaannya pada Tanah Air, bangsa dan negaranya itu menjadi sebuah kekuatan moralitas setiap insan bangsa untuk selalu mengedepankan semangat menjunjung tinggi keutamaan-keutamaan dalam menjaga esensi teguhnya nilai-nilai mulia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Kesadaran moralitas ini menjadi pondasi yang kokoh dan kuat bagi landasan karakter dan kepribadian setiap insan bangsa untuk meninggikan sifat-sifat mulia dalam menjaga koeksistensi sebuah entitas negara, sekaligus menjaga nilai-nilai mulia keutamaan berkewarganegaraan dalam kohesi sosial hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam konteks dan perspektif ke-Indonesiaan kita, sifat-sifat mulia dan utama dalam berkewarganegaraan ini adalah mengenai bagaimana sikap warga atau insan bangsa Indonesia menjadi warga negara yang baik, menyangkut bagaimana kita hidup berdampingan secara baik dalam harmoni bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Hidup dalam semangat atau spirit ber-Indonesia yang baik.
Spirit untuk terus berkomitmen teguh melaksanakan amanat konstitusi dan meneruskan cita-cita luhur para pendiri bangsa dan tetap bersetia dalam kesepakatan kita bersama sesama warga negara untuk hidup mulia dan luhur demi bangsa dan negara.
Hidup mulia dan luhur sebagai wujud kesejatian pengamalan lima sila dalam kepribadian bangsa kita, PANCASILA
Hidup mulia dan luhur yang menghindarkan diri dari sifat, sikap dan prilaku yang jauh dari sikap terpuji, yang mencederai rasa keadilan masyarakat, kebanggaan sebagai sebuah bangsa serta nama baik dan kehormatan bangsa dan negara.
Kekuatan karakter bangsa inilah yang sangat dibutuhkan negeri besar ini atas sosok pemimpin nasional ke depan dalam pilpres 2024 nanti.
Inilah yang dinamakan sifat, sikap dan prilaku mulia dan utama yang bukan hanya cinta bangsa dan negara, memiliki spirit tinggi bela negara, melainkan terlebih menyangkut cara bagaimana calon pemimpin kita ke depan memiliki prinsip dan konsep sejati dalam menjaga negara dengan mengutamakan, mengedepankan segenap potensi untuk setinggi-tingginya kepentingan bangsa dan negara, kepentingan atas keselamatan,kesejahteraan, keadilan, kesehatan, pendidikan masyarakat luas.
Pendidikan karakter kenegarawanan yang harus ditauladaninya dan haruslah terus dikembangkan untuk kemaslahatan bagi segenap anak bangsa ini.
Negeri tercinta ini sangatlah selalu membutuhkan pribadi seorang pemimpin yang benar-benar memiliki jiwa berkenegarawanan sejati.
Sepanjang hayat masih dikandung badan, republik tercinta dari negara besar ini mutlak begitu sangat membutuhkan pribadi-pribadi pemimpin dan segenap rakyat yang benar-benar berjiwa besar.
Pribadi-pribadi negarawan yang secara pasti berkarakter kuat, berakhlak mulia, tulus sejati dan berpekerti luhur.
Negara yang begitu besar ini senantiasa membutuhkan negarawan-negarawan sejati dalam setiap lini, sektor, bidang, aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara ini dari berbagai profesi dan strata sosial, baik seorang pejabat publik maupun dari kalangan masyarakat biasa untuk terus tulus sejati mengawal dan menjaga Pancasila, NKRI, Bhineka Tunggal Ika, Merah-Putih dan UUD’45 kita.
Negarawan sejati yang memiliki semangat sangat tulus untuk menjaga dan mengawal negeri ini.
Menjaga dan mengawal negeri tercinta ini dari segala pengingkaran terhadap amanat konstitusi dan cita-cita luhur para pendiri bangsa.
Amanat konstitusi dan cita-cita luhur bangsa yang tidak boleh sama sekali ternodai oleh praktik-praktik prilaku ketidakadilan sosial, prilaku suap dan koruptif, bahaya narkoba, potensi sifat intoleran, ekstrimisme, paparan radikalisme, kejahatan terorisme dan ancaman disintegrasi bangsa.
Mari senantiasa kita tumbuh kembangkan keutamaan sikap dan prilaku kenegarawanan pada setiap kita.
Mari kita menjadi negarawan-negarawan kecil pada peran sosial kita masing-masing dalam keseharian kita hidup dalam bermasyarakat dengan ber-Indonesia secara baik.
Dan berpijak pada sisi baik karakter kenegarawanan dengan mengesampingkan segala hal kekurangan atau ketidaksempurnaan yang pernah ada dari setiap tokoh besar yang pernah menghiasi perjalanan panjang historis kita dalam berbangsa dan bernegara.
Marilah kita semua tanpa kecuali bisa menjadi Bung Karno-Bung Karno kecil. Bung Hatta-Bung Hatta kecil. Jenderal Soedirman-Jenderal Soedirman kecil.
Bung Tomo-Bung Tomo kecil. Pak Harto-Pak Harto kecil. Pak Nas-Pak Nas kecil. Gus Dur-Gus Dur kecil, Buya Syafii Maarif kecil di masyarakat.
Marilah setiap kita, khususnya calon pemimpin ke depan untuk makin berkomitmen dengan kian tulus-sejati bersepakat untuk terus mengasah sifat-sifat atau karakter-karakter berkenegarawanan sejati.
Berkenegarawanan sejati dengan ber-keIndonesiaan secara baik dan benar. Ber-Indonesia secara tulus sejati terhadap PANCASILA kita. 2024 kita membutuhkan negarawan sejati.
Maju, jaya dan unggullah selalu Indonesiaku, Indonesiamu, Indonesia Raya kita. Salam kebangsaan dan kenegarawanan.
HD Febiyanto
Pengamat-Pemerhati Pengembangan Karakter Kebangsaan dan Kenegarawanan
