PANGKAJENE DAN KEPUALUAN – Program pembinaan kemandirian Rumah Tahanan Kelas IIB Pangkajene (Rutan Pangkajene) telah aktif melaksanakan pembinaan keterampilan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) secara maksimal.
Pembinaan keterampilan dilaksanakan secara mandiri maupun dengan menjalin kerjasama dengan pemerintah kabupaten melaui Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan maupun lembaga sosial lainnya.
“Kegiatan pembinaan keterampilan yang kami berikan kepada WBP dalam rangka memberikan pengembangan kecakapan hidup (life skills) diantaranya berupa pelatihan keterampilan pengolahan limbah marmer menjadi papan nama, mengkreasikan bahan lidi menjadi sebuah tudung saji, keranjang serbaguna, membuat miniatur dari bahan limbah, merajut tas, membuat pot dengan limbah handuk,” jelas Kepala Rutan Pangkajene Hakim Sanjaya, Selasa (17/1/23).
Hakim mengungkapkan, banyak program pelatihan dibidang keterampilan yang diberikan kepada warga binaan.
Lebih lanjut, Hakim mengatakan, sebagai upaya mengembangkan kecakapan hidup WBP dengan tujuan setelah keluar dari Rutan Kelas IIB Pangkajene, mereka dapat mandiri dengan bekerja pada orang lain atau membuka usaha sendiri, sehingga mereka dapat berguna di tengah masyarakat.
“Meski harus diakui bahwa pembinaan itu membutuhkan waktu lama serta proses yang tidak cepat. Namun, seiring dengan berjalannya masa tahanan narapidana dapat menjalani proses dengan baik dan bisa kembali berbaur di masyarakat,” jelasnya.
Salah satu pembinaan keterampilan mandiri yang aktif dilaksanakan di Rutan Kelas IIB Pangkajene tiga tahun terakhir yaitu keterampilan pembuatan kerajinan tangan berbahan dasar lidi terbaik berupa tudung saji, keranjang serbaguna dan sapu lidi.
“Pembinaan keterampilan ini diikuti tujuh WBP yang dilaksanakan di ruangan bimbingan kerja setiap hari pada pukul 08.00–14.00 Wita. Hasil produk karya warga binaan dipasarkan secara langsung pada masyarakat (pengunjung) maupun kerjasama dengan pemerintah daerah Pangkajene dan Kepulauan melalu Dinas Koperasi dan UMKM,” kata Hakim.
Selain itu, kata Hakim, produk-produk tersebut dihadirkan di setiap pameran yang dilaksanakan Kementerian Hukum dan HAM pada hari-hari besar seperti Hari Bhakti Pemasyarakatan dan Hari Dharma Karyadhika.
Pada kesempatan penyerahan remisi 17 Agustus 2022 lalu, hasil karya tersebut mendapat apresiasi yang luar biasa dari Bupati Pangkajene dan Kepulauan beserta Forkopimda dan seluruh tamu yang hadir. Di kesempatan itu, bupati memborong hasil kerajinan WBP.
“Anak didik kita ini perlu diberikan perhatian lebih, baik berupa pemberian pembinaan keterampilan, kepribadian, kesehatan dan hak-hak lainnya. Tiada lain bertujuan untuk memberikan bekal kepada mereka agar kelak ketika keluar dari Rutan Kelas IIB Pangkajene tidak lagi mengulangi perbuatan melanggar hukum,” tutur karutan.
Kakanwil Kemenkumham Sulsel Liberti Sitinjak mengapresiasi kegiatan pembinaan tersebut.
“Pembinaan ini dapat menjadi bekal dan keahlian khusus bagi WBP dan diharapkan kegiatan seperti ini dapat dimiliki semua WBP di Rutan Pangkajene,” jelasnya.
