Rajin silaturahim dengan ikhlas memperlancar semua urusan. Selama ini saya telah sering membuktikan hal itu. Hasilnya dahsyat dan luar biasa.
Semua itu membuat saya jadi ketagihan untuk konsisten melakukan silaturahim tanpa pamrih. Begitu ada kesempatan, saya langsung melaksanakan itu.
Tidak perlu pikir panjang. Spontan melaksanakannya. Setelah itu sering tanpa diduga-duga merasakan hasilnya.
Berdasarkan pengalaman rutin silaturahim dengan ikhlas selama puluhan tahun, saya dapat menyimpulkan bahwa melaksanakan aktivitas mulia itu sama sekali tidak ada ruginya.
Sebaliknya banyak keuntungan yang bakal diperoleh.
Terbaru Jumat (12/5/23) malam dan Sabtu (13/5/23) pagi kemarin. Ada dua teman saya yang kirim WhatsApp (WA). Urusannya sama yaitu minta tolong terkait penerbangan.
Teman yang pertama menginfokan bahwa putri dan cucunya mau ke Singapura pada Sabtu sore.
Naik pesawat Batik Air. Minta tolong ke saya agar tempat duduknya di kursi depan.
“Pak Aqua, kalau boleh izin titip bantu seat depan ekonomi sama teman di Batik Air. Saya tahu bapak Aqua punya teman di Batik Air,” tulis teman itu lewat WA sambil mengirimkan tiket dan paspor putri dan cucunya.
Suka Menolong
Begitu membaca Batik Air, saya langsung teringat teman-teman di Lion Group. Korporasi besar yang membawahi Lion Air, Batik Air, Wings Air, dan Super Air Jet.
Saya kontak Station Manager (KK) Lion Air Cengkareng Mamat Gunawan. Selama ini pria ramah dan sangat tabah itu suka menolong termasuk sering membantu saya.
Kepada MG, panggilan akrab Mamat Gunawan, saya minta bantuan untuk memblok kursi di nomor empat dekat jendela dan tengah. Itu adalah tempat duduk paling depan di ekonomi.
Saya sengaja minta tolong di kursi paling depan dekat jendela, karena biasanya anak kecil suka melihat pemandangan dari pesawat.
Sehingga selama sekitar 1,5 jam di pesawat dari Jakarta ke Singapura, cucunya teman saya dari jendela di sebelahnya bisa melihat pemandangan.
Saya membayangkan itu sudah senang. Apalagi cucunya yang merasakan itu, tentu lebih senang lagi dan gembira.
Beberapa saat kemudian MG kirim WA berisi foto nomor kursi yang telah diblok disertai pesan, “Seat 4EF”. Setelah itu foto boarding pass dua orang.
Semua kiriman MG, saya teruskan ke teman itu. Beliau senang sekali.
“Pak Aqua, nanti sore (Sabtu kemarin) saya akan mengantar anak dan cucu saya ke Cengkareng. Makasih banyak untuk semua bantuannya,” ujar teman itu.
Lebih Bersyukur dan Bahagia
Sedangkan permintaan bantuan kedua dari teman akrab saya. Beliau dititipin oleh kawannya yang juga saya kenal baik.
Lewat WA pesannya agar tiket pesawat Garuda Indonesia rute Cengkareng-Semarang yang semula siang pukul 13.25 pada Rabu (17/5/2023) dimajukan jadi pagi pukul 07.55 pada hari yang sama.
Begitu disebut pesawat Garuda Indonesia, saya langsung teringat teman-teman di maskapai kebanggaan rakyat Indonesia itu.
Selama ini kawan-kawan di sana sering membantu saya untuk urusan penerbangan dengan pesawat tersebut.
Dalam waktu hampir bersamaan saya kontak dua pejabat Garuda Indonesia.
Mereka adalah Manajer Premium Garuda Indonesia Cengkareng Suhadi dan General Manager Garuda Indonesia Semarang Boydike Kussudiarso.
Menyampaikan permohonan bantuan yang sama. Mereka langsung merespon.
Sistem di Cengkareng sedang bermasalah. Sehingga di kantor Garuda Indonesia Semarang yang memproses perubahan jadwal tersebut.
“Sudah diubah ya Pak Aqua tiket teman bapak. Sesuai dengan permintaan bapak,” ujar Boydike dari Medan sambil mengirimkan perubahan tiketnya.
Sama sekali tidak ada tambahan biaya. Semua WA Boydike, saya teruskan ke teman akrab tersebut. Beliau senang sekali.
Berkat konsisten melaksanakan silaturahim dengan ikhlas, TUHAN memudahkan semua urusan terkait penerbangan itu.
Mereka yang saya bantu bersyukur, senang, dan bahagia. Perasaan saya lebih dari mereka. Alhamdulillah.
Semoga semakin banyak orang yang ketularan rajin melaksanakan silaturahim tanpa pamrih. Aamiin ya robbal
Dari Bogor saat menikmati cuaca yang cerah saya ucapkan selamat berusaha membantu sesama dengan ikhlas. Salam hormat buat keluarga.
Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional
