Home Berita Waspada Penipuan di Media Online, Tel-U Imbau Ibu Rumah Tangga Cerdas Bermedia 

Waspada Penipuan di Media Online, Tel-U Imbau Ibu Rumah Tangga Cerdas Bermedia 

by Slyika

BANDUNG – Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bisnis (FKB) Telkom University Bandung menyelenggarakan program pengabdian masyarakat.

Program berupa pendampingan literasi digital untuk meningkatkan kompetensi digital skill menggunakan media baru bagi komunitas HEPI (Harmoni Energi Para Istri) Bandung, Rabu (21/6/23). 

Skema pengabdian masyarakat reguler ini dibuka dengan sambutan dari ketua tim pengabdian masyarakat, Agus Aprianti selaku akademisi Telkom University, dan ketua komunitas HEPI, Eva Fauziyyah Hendana selaku mitra sasaran program ini. 

Dalam pelaksanaannya, program ini didukung oleh akademisi lain dari Prodi Ilmu Komunikasi, yaitu Clara Novita Anggraini dan Ratih Hasanah Sudradjat sebagai narasumber, serta Moh. Faidol Juddi sebagai mediator dalam diskusi interaktif.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas HEPI, sebagai upaya mengurangi kesenjangan literasi digital di Indonesia.

Tujuannya adalah agar ibu-ibu ini dapat menghindari kerugian di masa depan, terutama bagi ibu rumah tangga, melalui pemahaman literasi digital termasuk literasi digital konsumen dan literasi keamanan digital untuk anak dan keluarga.

Acara ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan pembagian door prize. 

Dalam paparan mengenai strategi pemasaran digital, Ratih menjelaskan poin-poin penting dalam literasi digital kepada peserta sebagai konsumen.

“Terus melakukan pembelanjaan biasanya terjadi karena kebutuhan, keinginan, iseng, ingin menambah persediaan, motif bisnis, atau bahkan hanya untuk pamer,” ujar Ratih. 

Ratih juga menekankan bahwa dengan memahami cara kerja e-commerce, ibu-ibu rumah tangga sebagai konsumen dapat menghindari penipuan, menjaga privasi, dan meningkatkan pengalaman berbelanja.

Hal ini pada akhirnya akan meningkatkan kepercayaan diri dalam mengembangkan keterampilan digital. 

“Dengan literasi digital konsumen, diharapkan kita dapat menjadi ibu rumah tangga yang cerdas dalam berbelanja, mencapai kesuksesan, dan membantu keluarga mencapai stabilitas keuangan,” ucap Ratih.

Sementara itu, dalam hal literasi keamanan digital untuk anak dan keluarga, Clara menekankan pentingnya Pengasuhan Orang Tua (Parental Mediation) sebagai sumber informasi utama bagi anak di rumah untuk meminimalkan dampak negatif media digital yang berpotensi membahayakan keselamatan anak. 

“Lebih baik jika anak-anak yang belum berusia 12 tahun diarahkan untuk lebih banyak beraktivitas dan berinteraksi di luar rumah,” katanya.

“Hal ini karena kematangan kognitif, emosi, moral, dan pengalaman mereka di dunia belum cukup berkembang sehingga mereka belum dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah,” lanjutnya. 

Dengan program pendampingan literasi digital ini, Telkom University berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam menghadapi penipuan dan bahaya media online.

You may also like

Leave a Comment