Home Berita Serius Lestarikan Budaya Aksara Ulu, Pemkab Lahat Hadirkan ‘Ngopiko’

Serius Lestarikan Budaya Aksara Ulu, Pemkab Lahat Hadirkan ‘Ngopiko’

by Slyika

LAHAT – Pemerintah Kabupaten Lahat membuktikan keseriusannya dalam upaya pelestarian peninggalan budaya aksara ulu atau surat ulu yang berasal dari Kabupaten berjuluk Negeri Seribu Megalitik ini.

Bertempat di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, diadakan podcast dengan tema Ngopiko (Ngopi Pagi Bareng Kominfo) Aksara Ulu Lahat, Jumat (12/07/2024).

Hadir di podcast ini Niel Adrin, SE, MAP Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lahat, Syaihul Azhari, SE, MM Kabid Kebudayaan dan Mario Andramartik penggiat Budaya Sumsel.

Neil Adrin mengatakan yang melatarbelakangi Aksara Ulu Lahat perlu dan wajib dilestarikan karena aksara ini langka dan unik, banyak yang tidak mengenalnya dan dikhawatirkan akan punah.

Maka dari itu Niel Adrin berharap jika Aksara Ulu Lahat dapat menjadi mata pelajaran di sekolah tingkat dasar dan menengah pertama di Kabupaten Lahat.

Secara teknis sedang dalam pembahasan apakah menjadi mata pelajaran muatan lokal atau P5.

“Terpenting Aksara Ulu Lahat dapat diajarkan atau diterapkan di sekolah yang sering saya sebut dengan slogan kenali, pelajari, gunakan,” tegas Niel Adrin.

Kabid Kebudayaan Syaihul ketika ditanya apa langkah kongrit yang sudah dan akan dilakukan oleh Bidang Kebudayaan, menyampaikan bahwa bidangnya sudah melakukan sosialisasi kepada pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala OPD di lingkungan Pemkab Lahat dan instansi vertikal juga kepada para guru dan pengawas di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Selanjutnya akan mengadakan bimtek Aksara Ulu Lahat kepada berbagai pihak dan terutama kepada guru-guru sekolah yang nantinya akan mengajarkan kepada siswa-siswi.

Di podcast ini, Mario Andramartik yang dikenal sebagai seorang yang peduli terhadap peninggalan kebudayaan ditanya mengapa aksara ulu disebut dengan Aksara Ulu Lahat.

Dia mengatakan bahwa aksara ulu yang tersebar di Kabupaten Lahat diterakan di bambu gelondongan, gelumpai (bilah bambu), tanduk kerbau, kaghas dan kertas memang berasal dan disimpan oleh masyarakat Lahat secara turun menurun bahkan dijadikan benda pusaka keluarga sehingga aksara ini disebut Aksara Ulu Lahat.

Ketiga narasumber podcast yang dipandu oleh Bhika Reza ini mengharapkan Aksara Ulu Lahat bisa diterapkan di nametag pegawai, nama jalan, nama gedung perkantoran, nama sekolah, nama ruangan kelas di sekolah dan kantor serta menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Lahat.

Mario Andramartik

You may also like

Leave a Comment