BANDUNG — Upaya penguatan kapasitas sumber daya pendidikan di era digital terus dilakukan melalui kegiatan pelatihan penguatan literasi digital bagi guru dan siswa Madrasah Aliyah (MA) Al-Jawami.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, ketrampilan, dan sikap kritis dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif, aman, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.
Pelatihan ini diikuti oleh para guru serta siswa MA Al-Jawami dengan materi yang mencakup pemanfaatan media digital dalam pembelajaran, etika dan keamanan digital, kemampuan memilah informasi (critical digital literacy), serta penggunaan platform digital untuk mendukung kegiatan akademik.
Melalui pendekatan teoritis dan praktis, peserta didoronguntuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami dampak dan risiko dari ekosistem digital.
Ketua tim pelaksana kegiatan Slamet Parsono, menyampaikan, literasi digital merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh pendidik dan peserta didik di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
“Guru dituntut mampu mengintegrasikan teknologi secara pedagogis, sementara siswa perlu dibekali kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah terpapar informasi yang menyesatkan di ruang digital,” ujarnya seperti rilis yang diterima beritaind.com, Rabu (7/1/26).
Selama pelatihan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama pada sesipraktik penggunaan media digital pembelajaran dan diskusi kasus terkait hoaks, jejak digital, serta etika bermedia sosial.
Kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi bersama mengenaitantangan dan peluang pemanfaatan teknologi digital di lingkungan madrasah.
Melalui pelatihan ini, diharapkan guru MA Al-Jawami semakin adaptif dalam mengembangkan pembelajaran berbasis digital, sedangkan siswa mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab.
Kegiatan ini sekaligus menjadibagian dari komitmen penguatan kualitas pendidikan madrasah yang relevan dengan tuntutan zaman dan kebutuhan generasi digital.
