BERITAIND.COM, JAKARTA – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB Mahdalena mengatakan, kasus kekerasan seksual masih menjadi ancaman nyata bagi anak-anak Indonesia.
Padahal, setiap anak berhak tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman, terlindungi, serta bebas dari rasa takut menjadi korban kekerasan, termasuk kekerasan seksual.
Mahdalena meminta pemerintah menunjukkan komitmen konkret untuk memastikan tidak ada lagi anak menjadi korban kekerasan seksual.
Salah satunya dengan memperbaiki dan mempermudah sistem pelaporan sehingga korban maupun keluarga tidak mengalami kesulitan saat mencari pertolongan.
Pernyataan tersebut disampaikan Mahdalena dalam menyambut Hari Anak Nasional yang diperingati setiap 23 Juli.
“Peringatan Hari Anak Nasional harus dimaknai sebagai komitmen nyata pemerintah untuk menghapus segala bentuk kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan seksual,” ujar Mahdalena di Jakarta, Kamis (23/7/26).
Dia menilai kasus kekerasan seksual terhadap anak ibarat fenomena gunung es.
Kasus yang terungkap diyakini hanya sebagian kecil dari kejadian yang sebenarnya.
Masih banyak korban yang memilih diam karena takut kepada pelaku, merasa malu, mendapat ancaman, tidak dipercaya, atau khawatir justru disalahkan ketika melapor.
“Negara harus menyediakan ruang pelaporan yang ramah anak, menjaga kerahasiaan identitas korban, memberikan pendampingan psikologis dan hukum, serta memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara cepat,” tegasnya.
