BERITAIND.COM, PALEMBANG — Sektor perikanan air tawar di daerah kini menunjukkan tren pertumbuhan yang positif.
Langkah strategis digencarkan guna mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya melalui pemberdayaan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) yang berfokus pada pengembangan dan pembenihan ikan lokal unggulan.
Selama ini, ketergantungan pada benih ikan introduksi kerap menjadi kendala bagi pembudidaya lokal akibat fluktuasi harga dan ketersediaan yang tidak menentu.
Menjawab tantangan tersebut, pelatihan intensif serta bantuan fasilitas pembenihan mandiri mulai disalurkan kepada kelompok-kelompok pembudidaya ikan.
Pendekatan ini dinilai efektif untuk memangkas biaya operasional sekaligus memastikan pasokan benih berkualitas tinggi yang telah beradaptasi dengan kondisi perairan setempat.
Keberhasilan program pemberdayaan ini tentu tidak lepas dari sinergi berbagai pihak, terutama dalam hal penerapan teknologi tepat guna dan pendampingan riset.
Tim Pengabdian Prodi Teknologi Akuakultur Polsri yang diketuai Madyasta Anggana Rarassari, S.Pi., M.P dan anggota Siska Almaniar, S.Pi., M.Si., Abraham Horisanto, S.Pi., M.Si menyampaikan, kegiatan sepenuhnya didukung oleh Polsri.
Harapannya, melalui pendampingan kelompok-kelompok akan meningkatkan produktivitas usaha masyarakat.
Ketua Pokdakan yaitu Bapak Wahyu mengungkapkan, pembenihan ikan lokal seperti patin, dan gabus memiliki nilai ekonomis yang tinggi di pasaran.
“Dengan menguasai teknik pembenihan secara mandiri, kami tidak perlu lagi mendatangkan benih dari luar daerah,” ujarnya dalam keterangan yang diterima beritaind.com, Selasa (4/8/26).
“Hasil panen jauh lebih stabil, mortalitas benih dapat ditekan, dan keuntungan yang diperoleh anggota kelompok meningkat secara signifikan,” lanjutnya.
Dinas terkait yang dihadiri Galyh Raka Dewi, S.TP.Pi mencatat, langkah ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan konsumsi protein masyarakat, tetapi juga sebagai upaya pelestarian keanekaragaman hayati perairan darat.
Ikan lokal dinilai lebih tangguh terhadap perubahan lingkungan dan penyakit dibandingkan jenis ikan tertentu lainnya.
Ke depan, program pendampingan akan terus diperluas dengan Fokus utamanya adalah penerapan teknologi pembenihan modern, seperti penggunaan pakan alami berkualitas dan pengelolaan kualitas air yang efisien.
Melalui sinergi antara pemerintah, akademisi khususnya Polsri dan kelompok pembudidaya, ketahanan pangan berbasis perairan darat diyakini akan semakin tangguh, sekaligus menjadikan sektor pembenihan ikan lokal sebagai motor penggerak baru ekonomi kerakyatan.
Editor: Theo Esto
