BERITAIND.COM, JAKARTA — Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Rina Saadah, mendesak pemerintah segera mengambil langkah antisipatif mengamankan stok serta kelancaran distribusi beras di Indonesia.
Langkah ini dinilai mendesak menyusul lonjakan harga beras di pasar eceran yang bertepatan dengan ancaman ancaman El Nino hingga awal 2027.
“Kenaikan harga beras di tengah ancaman El Nino harus segera diantisipasi pemerintah. Jangan sampai kondisi ini berkembang menjadi persoalan yang lebih besar, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ujar Rina di Jakarta, Rabu (16/9/26).
Rina menegaskan, hambatan rantai pasokan dari tingkat penggilingan hingga pasar eceran daerah harus segera dituntaskan agar tidak memicu ketimpangan harga antarwilayah.
“Kalau stok terbatas dan distribusi tidak lancar, harga akan semakin mudah naik. Jangan sampai beras tersedia secara nasional, tetapi di daerah tertentu masyarakat kesulitan mendapatkan harga terjangkau,” tegasnya.
Sorotan Komisi IV DPR juga mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) per pekan kedua September 2026.
Data mencatat harga rata-rata nasional beras medium eceran naik 0,67 persen menjadi Rp14.630 perkilogram, sementara beras premium merangkak naik 0,6 persen menjadi Rp16.480 perkilogram.
“Jangan menunggu harga semakin tinggi baru kemudian pemerintah bergerak. Kenaikan yang terjadi sekarang harus menjadi peringatan agar langkah antisipasi dilakukan sejak awal,” kata Rina menyikapi data BPS tersebut.
Selain penguatan rantai pasok, Rina mendorong pemerintah dan satgas terkait memperketat pengawasan di lapangan guna mencegah timbulnya aksi penimbunan.
Dia meminta Kementerian Pertanian dan Bulog segera memetakan daerah rawan krisis pangan untuk penyaluran operasi pasar secara cepat.
“Intervensi harga harus sampai ke level masyarakat bawah sebelum melonjak lebih jauh,” pungkas Rina.
