BERITAIND.COM, JAKARTA — Anggota Komisi XIII DPR RI dari Fraksi PKB Fauqi Hapidekso, mendesak pemerintah memperkuat perlindungan warga sipil di Papua menyusul eskalasi kekerasan bersenjata yang kembali merenggut nyawa.
Desakan ini disampaikan menyusul tewasnya seorang sopir travel asal Toraja, Aris Sanda, yang ditembak setelah disandera saat membawa logistik di jalur Wamena-Mbua, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Jenazah korban kemudian ditemukan di dalam kendaraan yang dibakar di sekitar Danau Habema.
Selain itu, ia juga menyoroti nasib tujuh perempuan yang masih dilaporkan dalam kondisi penyanderaan oleh kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, setelah sebelumnya sembilan perempuan diculik sejak 17 Agustus 2026.
Dalam perkembangannya, satu korban berhasil dievakuasi selamat dan satu lainnya ditemukan meninggal dunia.
“Keselamatan warga sipil harus menjadi prioritas. Jangan sampai masyarakat yang tidak terlibat dalam konflik justru menjadi korban. Mereka memiliki hak untuk hidup aman, bekerja, bepergian dan menjalani kehidupan sehari-hari tanpa rasa takut,” ujar Fauqi di Jakarta, Jumat (18/9/26).
Menurutnya, kasus ini bukan sekadar persoalan keamanan, melainkan persoalan kemanusiaan yang mendesak.
“Di mana pun mereka berada, mereka adalah warga negara yang hak hidup dan keselamatannya harus dilindungi. Tidak boleh ada warga yang merasa bahwa ketika mereka berada di wilayah tertentu, nyawa mereka menjadi tidak berharga,” pungkasnya.
