Home Berita Nana Mardiana ‘Turun Gunung’ Kawal Dangdut Indonesia Menuju UNESCO

Nana Mardiana ‘Turun Gunung’ Kawal Dangdut Indonesia Menuju UNESCO

by Slyika

BERITAIND.COM, JAKARTA – Pedangdut Nana Mardiana kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap musik dangdut.

Pedangdut yang juga kader Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia itu menerima mandat untuk menjadi Ketua Panitia Diskusi Publik “Ngulik Soal Musik Dangdut”, yang akan digelar pada 20 Oktober 2026.

Bagi Nana, mandat tersebut bukan sekadar amanah organisasi.

Ada misi lebih besar yang ingin ia perjuangkan, yakni ikut mendorong musik dangdut agar semakin kuat sebagai identitas budaya Indonesia dan mendapat pengakuan Unesco.

“Sebagai kader Forwan, saya menerima mandat dari ketua umum untuk menjadi Ketua Panitia Diskusi Publik Ngulik Soal Musik Dangdut. Ini bagian dari upaya mendorong musik dangdut agar diakui UNESCO,” ujar Nana dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (18/9/26).

Sebagai bagian dari keluarga besar dangdut, Nana mengaku tertantang sekaligus terpanggil terlibat langsung dalam perjuangan yang dilakukan Persatuan Artis Musik Dangdut Indonesia (Pamdi).

Apalagi, Nana bukan nama asing di jagat dangdut. Ia merupakan mantan istri almarhum pedangdut Imam S. Arifin.

“Musik dangdut adalah musik kebanggaan kami. Karena itu, saya ingin ikut berperan agar dangdut semakin maju dan mendapat pengakuan dunia,” tegasnya.

Bukan Sekadar Seremonial

Nana menilai langkah Forwan menggelar diskusi publik sebagai bentuk dukungan nyata terhadap perjuangan Pamdi.

Menurutnya, dukungan tidak cukup hanya diwujudkan melalui surat atau pernyataan tertulis.

“Kalau dukungan hanya dalam bentuk secarik kertas, dampaknya tentu tidak akan terlalu besar. Tetapi ketika kita membuat diskusi yang menghadirkan para pemangku kepentingan, pejabat terkait, Menteri, dan Bang Haji Rhoma Irama, saya yakin dampaknya akan jauh lebih signifikan,” kata Nana berapi-api.

Nana juga melihat keterlibatan Forwan dan Pamdi sebagai sebuah sinergi yang strategis.

“Jadi sinergi dua organisasi ini mudah-mudahan bisa membantu mempercepat pengakuan UNESCO,” paparnya.

Ajak Semua Elemen Dangdut Bergerak

Nana menyadari bahwa perjuangan menuju pengakuan UNESCO merupakan pekerjaan besar.

Karena itu, ia mengajak seluruh insan dangdut, pengurus dan anggota Forwan, Pamdi, pemerintah, serta para pemangku kepentingan untuk bergandengan tangan.

“Ini bukan hanya kepentingan organisasi, tetapi kepentingan musik dangdut dan Indonesia,” pungkas Nana.

Menyoal penunjukan Nana Mardiana sebagai ketua panitia diskusi, Sutrisno Buyil sebagai ketua umum FORWAN menjelaskan.

“Selain sebagai kader Forwan yang loyal, Nana juga insan dangdut yang memiliki pengalaman dan integritas sebagai ketua panitia event besar Forwan,” tandas Buyil.

Penulis: Hms

You may also like

Leave a Comment