NAMA Prof Dr Ayzumardi Azra, MA, satu dari beberapa nama intelektual muslim di zamannya yang kerap duduk menghadap audience (menjadi pembicara) hampir di setiap bedah buku, seminar, kajian, simposium, terutama berkaitan dengan peradaban beragama di Indonesia.
UNTUK beberapa kali, penulis ikut dalam seminarnya, maupun sebagai nara sumber untuk sebuah reportase.
Kendati segudang ilmu, beliau termasuk “datar emosi’, baik suara maupun gimik tubuh, ketika “dipancing” berkomentar untuk isu politik nasional.
HANYA terlihat gigi putih, dan senyum bijak ketika jok hangat dari lawan bicaranya, maupun dari sumber lainnya.
Tetapi, branding keilmuan tetap melekat pada dirinya. Itulah ke-khasan beliau dari “pembicara senior” lainnya, yang sudah mengudara lebih dulu, seperti Mendiang Prof Nurcholis Madjid, mendiang Prof Syafi’i Ma’arif, Prof Amin Rais, dan sebagainya.
SELINTAS, narasinya ilmiah sekali, harus dipahami dengan bahasa intelektual. Sehingga perlu literasi untuk membumisasikan pesan Prof Azra agar bisa ditransfer ke bahasa rakyat pada umumnya dan media harus mampu memahami itu.
PROF Azra juga tak tergoda dengan dunia politik. Tapi, jago mengomentari situasi poltik. Santun, elegan, rileks, dan lebih mengedepankan konsep politik ideal dihubungkan pada peradaban politik bangsa. Sehingga, tidak memancing politisi partai untuk berkomentar balik (counter attack).
BUAH pemikirannya sudah banyak diterbitkan dan dirasakan. Segudang predikat akademik dan penghargaannya di dalam dan luar negeri tercantum. Sebuah karya anak bangsa yang patut dibanggakan.
“ANAK – anak setelah Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, dan Aliyah dibebaskan saja untuk mengambil jurusan apapun, ahli IT, ahli ekonomi, dan apa saja ketika memasuki jenjang perguruan tinggi,” kata Prof Azra suatu ketika pada acara Raker Lakpesdam PBNU di The Akmani Hotel, Jakarta Pusat, Jumat-Ahad (2-4/9/22).
KINI, Prof Azra telah wafat meninggalkan kita semua. Basis ilmiahnya tertinggal di bumi untuk kemudian dijadikan referensi berpikir generasi penerus, terutama kalangan intelektual muda muslim. Selamat jalan Prof Azra, semoga husnul khatimah. Alfatikha…
MOHON maaf lahir dan bathin. Semoga bermanfaat. Wallahu’alam
H Nurcholis Qadafi
Penceramah, Usahawan dan Jurnalis Senior
