MALANG – Sekitar 30 ulama, kiai dan habaib dari berbagai daerah di Kota Malang mendatangi Mapolresta Malang Kota, Sabtu (23/11/24).
Kedatangan para ulama yang dipimpin Gus Yusuf dan KH. Nursalim Mafa serta para habaib dalam rangka menyerukan aparat kepolisian agar bertindak netral selama tahapan dan pelaksanaan Pilkada.
Karena ada indikasi ketidak netralan aparatur di Pilkada Kota Malang.
“Ini adalah salah satu kepedulian para ulama untuk melestarikan demokrasi yang sudah betul-betul demokrasi ini ditegakkan oleh para mahasiswa dengan berdarah darah dan bernyawa nyawa,” terang KH. Nursalim Mafa.
“Oleh sebab itu kepedulian para ulama ini memohon kepada yang diberi hak oleh negara untuk mengamankan itu agar bersikap netral,” lanjutnya.
Sebelum ini, pihaknya telah mendengar adanya keresahan masyarakat yang dikhawatirkan bisa meruntuhkan demokrasi.
Menurutnya, memastikan pemilu berjalan dengan jujur dan adil, juga tugas ulama.
Sebab, ia tidak ingin Kota Malang yang kondusif ini kemudian nantinya diciderai oleh penegak penegak hukum yang bersikap tidak netral.
Oleh karenanya, pihaknya menyerukan kepada kepolisian agar senantiasa netral.
“Kami mengingatkan hal ini supaya penegak hukum bisa melaksanakan tugasnya sebaik baiknya sesuai perundang-undangan,” katanya.
“Ini kami menghimbau, memberi peringatan, jangan sampai petugas yang diberi amanah oleh negara bersikap tidak netral. Sama sama menjaga kondusifitas yang ada di Kota Malang,” tegasnya lagi.
Para ulama juga membacakan tuntutan mereka kepada polisi dan diserahkan langsung kepada Kasat Intelkam Polresta Malang Kota Kompol Ferry Dharmawan yang menerima para ulama.
Surat tuntutan itu akan disampaikan kepada Kapolri, Kapolda Jatim, juga para penyelenggara Pilkada di Kota Malang.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polresta Malang Kota Kompol Ferry Dharmawan menyambut positif kunjungan dari para ulama tersebut.
Sebab, pihaknya tidak bisa menciptakan situasi kondusif di masyarakat tanpa bantuan para ulama.
Adanya kunjungan para ulama, ia mengaku terkesan dan terharu karena momen itu menjadi pengingat dan pemicu bagi pihaknya untuk bekerja lebih baik.
“Sesuai TR Kapolri, kami tetap mengedepankan netralitas Polri. Kami sangat positif sekali, kami welcome sekali, itu yang kami harapkan sinergitas antara kepolisian, masyarakat tentunya dengan para pemuka ulama. Terutama untuk menciptakan kondusifitas Malang Kota, terlebih saat Pilkada 2024,” tuturnya.
