Home Berita Kombes Pol Ratno Kuncoro: Bangsa yang Maju Harus Menjaga Persatuan

Kombes Pol Ratno Kuncoro: Bangsa yang Maju Harus Menjaga Persatuan

by Slyika

PALEMBANG – Direktur Interk Polda Sumsel Kombes Pol Ratno Kuncoro menegaskan untuk menjadikan negara maju diperlukan admaya persatuan.

Hal itu disampaikan dalam simposium Kerukunan Mahasiswa NKRI di Aula Demokrasi KPU Palembang
Sabtu (10/3/2021). Ratno menegaskan, Indonesia adalah negeri yang penuh keberagaman, suku, budaya dan agama.

Pemuda sebagai penerus bangsa harus menjaga keutuhan NKRI dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Dikatakan Ratno, belakangan terakhir marak terjadi teror yang kemungkinan akan menjurus kepada isu sara yang kemungkinan berdampak pada perpecahan bangsa sehingga dibutuhkan persatuan.

“Negara jika ingin maju dan tidak terpecah-pecah dibutuhkan persatuan baik suku, agama maupun budaya,” jelasnya.

Dituturkan Ratno, kepolisian sangat mendukung kegiatan dan mengapresiasi acara ini untuk menumbuhkan kembali kesadaran bahwa Bhineka itu suatu hal yang harus dijaga bersama.

“Jangan sampai perbedaan menjadi permasalahan yang dipolitisir berbagai pihak yang tidak ingin Indonesia maju,” tuturnya.

Ratno menambahkan, Indonesia punya banyak potensi yang luar biasa dan tugas kita harus mengembangkan sikap toleransi dan menjauhi sikap radikal.

“Pemuda merupakan sosok idealis yang memiliki semangat luar biasa. Pemuda bisa melakukan sikap positif seperti menggunakan media sosial untuk hal yang positif dengan menyebarkan yang baik, mengajak masyarakat menjauhi hal yang menghambat pembangunan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua FKUB Sumsel Saefudin Latief menuturkan, kegiatan ini harus terus disinergikan bukan hanya di kalangan senior, tapi juga kalangan pemuda dan mahasiswa.

“Bicara ke depan setelah ini, kita dorong mereka melakukan aksi konkrit untuk memperluas kerukunan. Mereka harus berperan aktif. Bila perlu dikukuhkan organisasi kepemudaan lintas agama. Di senior ada FKUB, di tataran pemuda bagusnya ada juga wadahnya,” katanya.

Saefudin mengungkapkan, saat ini sinergisitas mahasiswa, pemuda dan FKUB sudah berjalan baik.

Rektor Universitas IBA Palembang Tarech Rasyid menuturkan, gerakan kerukunan mahasiswa muncul karena ada kegelisahan atas realitas politik dan budaya.

“Banyak fenomena yang muncul sehingga bagaimana kita menjaga keberagaman ini untuk diikat dalam persatuan Bhineka Tunggal Ika. Ada banyak cara menjaga persatuan, diantaranya membangun dialog seperti ini,” jelasnya.

“Elemen mahasiswa kan banyak. Kita ingin mahasiswa ikut membangun republik ini bersama-sama di tengah perbedaan agama, suku, ras, kulit dan lainnya,” katanya. (ytn)

You may also like

Leave a Comment