Home Berita Masyarakat Harap Realisasi Condet Sebagai Destinasi Wisata Segera Terwujud

Masyarakat Harap Realisasi Condet Sebagai Destinasi Wisata Segera Terwujud

by Slyika

JAKARTA – Bagi masyarakat DKI Jakarta, nama daerah Condet tentu sudah tak asing lagi. Selain namanya yang unik, Condet juga dikenal masih kental dengan cagar budaya dan beberapa peninggalan bersejarah. Condet juga memiliki potensi besar melestarikan budaya anak bangsa. Dengan berbagai keunikannya, pemerintah bahkan ingin menjadikan daerah ini sebagai destinasi wisata

Hal ini sebetulnya sudah digadang-gadang sejak dua tahun lalu dan semakin diperkuat dengan terbitnya SK Gubernur No. 881 Tahun 2019 mengenai Percepatan Penataan dan Pengembangan Kawasan Condet Sebagai Destinasi Wisata. Namun kenyataannya sejauh ini belum ada realisasi dari pemerintah.

Untuk menyikapi hal tersebut, berbagai lapisan masyarakat Condet melangsungkan pertemuan untuk menyampaikan aspirasi mereka hari Sabtu (10/4/2021). Acara ini tentu menjadi ajang silaturohim bagi masyarakat Condet. Turut hadir tokoh masyarakat, pemuka agama, komunitas, sanggar, pencak silat, dan majelis taklim yang semuanya berasal dari Condet.

 

“Kami mencoba untuk beraudiensi dan mengingatkan kembali. Sejauh mana sebetulnya keseriusan pemerintah mewujudkan Condet menjadi destinasi wisata. Di Condet banyak potensi-potensi yang masih kental dengan nilai budaya sehingga Condet butuh penataan dan tentu saja dukungan penuh dari pemerintah untuk memfasilitasi hal ini,” ungkap Muhammad Arifin, Ketua Pengkajian Pengembangan dan Pengawasan Destinasi Wisata Condet.

Muhammad Arifin

Ketua Dinas Kebudayaan DKI Jakarta tampak hadir di acara tersebut. Menurut Arifin, ini merupakan langkah awal untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Condet agar bisa mendapat perhatian yang lebih besar lagi dari pemerintah.

Kepala Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Iwan Henry Wardhana

“Hari ini juga ada acara peresmian pergantian nama tempat ini dari Laboratorium Tari dan Karawitan menjadi Balai Budaya Condet. Kami senang pemerintah mulai memberikan respon dukungan bagi masyarakat Condet. Ke depannya, kami berharap seluruh masyarakat, khususnya generasi milenial bisa ikut melestarikan dan merawat warisan budaya Condet. Perlu adanya kolaborasi serta sinergi antara masyarakat dan juga komunitas agar ke depannya Condet bisa lebih berkembang lagi,” ungkap Arifin.

Melalui ajang silaturohim ini, berbagai kalangan masyarakat Condet banyak yang ingin menyampaikan harapan dan impian mereka kelestarian budaya Condet.

Misalnya saja pemilik Sanggar Cahaya Muda, Naih Sopian. Sampai saat ini beliau masih aktif mengembangkan budaya asli betawi Condet. Salah satunya berupa perpaduan antara pencak silat yang digabungkan dengan musik tradisional. Naih Sopian berharap pemerintah bisa memfasilitasi sekaligus memberikan kesempatan untuk menampilkan budaya tradisional ini dalam berbagai even besar agar generasi muda tidak asing bahkan melupakan budaya tradisional.

Naih Sopian (kedua dari kiri) dan Hasan (kedua dari kanan)

Hal yang serupa juga disampaikan oleh Hasan. Sebagai praktisi senior pencak silat, Hasan punya harapan tersendiri.

“Saya ingin suatu saat pencak silat bisa dimasukkan ke dalam pelajaran muatan lokal. Jadi sejak anak-anak sudah dikenalkan tentang pencak silat dari sekolahan terlebih dahulu,” pungkas Hasan. (slyika)

You may also like

Leave a Comment