Home Berita 85 Persen Sekolah Siap Beroperasi, Komisi X Minta Pemulihan Mental Siswa Korban Bencana Prioritas

85 Persen Sekolah Siap Beroperasi, Komisi X Minta Pemulihan Mental Siswa Korban Bencana Prioritas

by Slyika

JAKARTA — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan 85 persen sekolah di kawasan bencana Sumatera siap beroperasi.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB Muhammad Hilman Mufidi meminta sekolah berperan aktif membantu pemulihan kondisi mental siswa korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, maupun Sumatera Barat.

“Kami tentu menyambut baik rencana pengoperasian 85 persen sekolah di wilayah bencana Sumatera. Kami berharap sekolah bisa membantu proses pemulihan mental peserta didik yang mayoritas mengalami trauma pasca bencana Sumatera,” ujar Muhammad Hilman Mufidi, Rabu (31/12/25).

Dia menjelaskan, banyak siswa korban bencana mengalami trauma akibat peristiwa yang mereka alami, bahkan tidak sedikit yang kehilangan orang tua atau anggota keluarga terdekat.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi perkembangan emosional, konsentrasi belajar, dan motivasi anak dalam jangka panjang.

“Pembukaan sekolah ini harus disertai pendampingan psikologis agar siswa dapat kembali belajar secara optimal,” ujarnya.

Ia meminta sekolah menjadi ruang aman bagi siswa dengan mengedepankan pendekatan yang ramah anak.

Proses pembelajaran, kata dia, sebaiknya diawali dengan kegiatan pemulihan psikologis, seperti aktivitas kreatif, permainan edukatif, dan kegiatan yang bersifat menghibur.

“Pemulihan mental menjadi fondasi penting sebelum pembelajaran berjalan normal. Anak-anak perlu merasa aman dan tenang agar siap menerima pelajaran,” ujarnya.

Selain itu, Hilman juga meminta pemerintah memastikan pemenuhan kebutuhan pendidikan dasar siswa, termasuk perlengkapan sekolah serta perbaikan sarana dan prasarana yang rusak akibat bencana.

Ia mengingatkan, banyak siswa berpotensi kembali ke sekolah tanpa membawa perlengkapan belajar karena terdampak banjir dan longsor.

“Negara harus hadir memastikan tidak ada anak yang tertinggal karena keterbatasan perlengkapan sekolah,” katanya.

Hilman menegaskan, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang harus tetap dijamin negara, termasuk dalam situasi pascabencana.

Ia berharap bencana alam tidak memutus akses pendidikan dan masa depan anak-anak di wilayah terdampak.

“Anak-anak tidak boleh menjadi korban dua kali, karena bencana dan karena kehilangan akses pendidikan,” pungkasnya.

You may also like

Leave a Comment