Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang populer. Selain bisa menjadi teman bermain menyenangkan di rumah, wujudnya yang menggemaskan dengan tingkah yang lucu menambah daya tarik tersendiri bagi penggemar hewan berbulu ini.
Jasmine, begitulah nama panggilan kesayangan salah satu kucing milik Sjahnar Cattery. Kucing betina berbulu panjang yang memiliki corak warna calico ini terlihat cantik, sehat dan sangat terawat.
Namun siapa sangka di balik penampilannya sekarang ini, jasmine ternyata pernah menyimpan cerita sedih. Jasmine yang ketika itu pernah sakit parah sempat divonis dokter tidak akan berumur panjang.
Awalnya Taufik Syahminan, pemilik Sjahnar Cattery, mengadopsi Jasmine dari salah satu temannya. Saat bersilaturohim ke rumah temannya itu, tujuan awal sebetulnya hanya ingin mengambil kucing lain yaitu saudara Jasmine untuk diadopsi.
Namun entah kenapa sepulangnya dari sana, ia terus memikirkan kucing bercorak calico itu. Tak pikir panjang, esok harinya lelaki yang akrab disapa Taufik ini kembali lagi ke rumah temannya itu untuk mengadop Jasmine.
“Kondisi Jasmine waktu itu sakit flu berat dan mohon maaf ya Jasmine itu sebetulnya cacat di bagian rahang dan tulang pipi. Waktu saya tengok kondisinya sudah lemas dan lesu, gak mau makan minum. Lalu saya ajak Jasmine ngobrol. Saya bilang, kamu mau gak ikut saya pulang ke rumah. Kalau mau, ayo makan dan minum yang banyak. Eh kok seperti kontak batin. Jasmine tiba-tiba langsung mau makan dan minum,” cerita Taufik.

Kondisi Jasmine saat pertama diadop. Foto/Sjahnar Cattery
Namun Taufik harus menunggu selama beberapa waktu sampai kondisi Jasmine mulai membaik. Setelah itu Taufik baru diizinkan membawa pulang Jasmine yang saat itu masih berumur 3 bulan.
“Saya langsung bawa Jasmine ke dokter hewan dan setelah ditinjau dari segi kesehatan, dokter bilang kondisinya kritis dan harapan hidup Jasmine kecil. Tapi saya tetap optimis karena tujuan saya dari awal mengadop Jasmine untuk menyelamatkan. Saya harus melakukan ikhtiar semaksimal mungkin demi kesembuhan Jasmine. Masalah umur biarlah tuhan yang menentukan,” tutur lelaki berdarah Sumatera dan Jawa ini.

Jasmine ketika masih sakit. Foto/Sjahnar Cattery
Merawat kucing sakit bukanlah hal yang mudah. Butuh lebih banyak perhatian, ketelatenan, komitmen dan juga kesabaran. Ditambah lagi Jasmine bukan satu-satunya kucing yang dimiliki Taufik. Walaupun harus ekstra merawat Jasmine, namun Taufik mengaku merasa senang dan puas melihat perkembangan Jasmine dari hari ke hari yang terlihat semakin membaik.
Selain selalu menjaga kebersihan cat room dan memberikan perawatan maksimal, ternyata ada satu terapi spesial yang diberikan untuk Jasmine. Rupanya Taufik seringkali mengajak Jasmine mengobrol.

Jasmine Dalam Masa Pemulihan. Foto/Sjahnar Cattery
Menurut Taufik, kucing sebetulnya punya kontak batin dengan pemiliknya dan ia pernah membuktikannya beberapa kali. Jadi selain butuh sentuhan fisik seperti dielus agar kucing mengerti kalau dirinya disayang, Taufik juga sering berdialog dengan kucing-kucingnya. Bonding yang kuat antara hewan peliharaan dengan pemilik sebetulnya memang dapat membuat mereka mampu memahami dan mengerti maksud pemilik.
“Waktu itu Jasmine pernah lesu dan lemas, saya pikir penyakitnya kambuh lagi. Lalu saya bilang sama dia, kamu harus sehat, saya pingin liat kamu lincah main lagi. Seolah faham dengan perkataan saya, gak lama kemudian Jasmine mulai main lagi,” ujar Taufik.
Setelah sembuh dan kembali menjadi kucing yang sehat dan aktif, Jasmine mulai memasuki masa usia produktif.
“Saya bilang sama Jasmine. Kamu sehat saja saya sudah senang. Saya gak berharap apa-apa sama kamu, tapi kalau kamu ingin membuktikan kalau kamu kucing yang cantik dan hebat, ya silahkan. Kamu buktikan kalau saya gak salah pilih sudah mengadop kamu,” kata lelaki kelahiran jakarta ini.

Kondisi Jasmine Setelah Sehat Kembali. Foto/Sjahnar Cattery
Lagi-lagi seperti mengerti maksud hati pemiliknya, beberapa hari kemudian Jasmine langsung birahi. Tak lama kemudian setelah kawin dan hamil, Jasmine pun melahirkan kitten (anak kucing) yang lucu. Hal ini membuat Taufik terharu sekaligus bangga karena akhirnya bisa memberikan pembuktian. Jasmine, kucing yang dulunya dipandang sebelah mata oleh banyak orang akhirnya bisa kembali sehat, cantik, bahkan produktif.

Jasmine dan Bayi-Bayinya. Foto/Sjahnar Cattery
“Jujur saja waktu awal saya adop Jasmine, tidak sedikit orang yang menertawai saya. Bahkan ada di antara mereka menggangap saya melakukan suatu tindakan bodoh karena melihat kondisi Jasmine yang sakit kala itu. Ibarat kata, dikasih gratis pun mereka tidak mau. Apalagi saya membeli Jasmine dengan harga yang sesuai dengan pedigreenya. Tapi saya yakin kalau Jasmine suatu hari nanti bisa kembali jadi kucing yang sehat,” pungkas Taufik.

Kondisi Jasmine Saat ini. Sehat dan Cantik. Foto/Sjahnar Cattery
Ada salah satu keunikan Jasmine lain yang membuat Taufik terharu. Sifatnya yang setia membuat Taufik semakin menyayangi Jasmine. Seolah ingin membalas budi baik taufik yang sudah merawatnya dengan penuh kasih sayang, jasmine pun menunjukkan sikap yang tidak biasa jika melihat pemiliknya itu.
“Tiap kali saya masuk cat room, Jasmine pasti langsung nyamperin saya. Walaupun dia lagi asik makan atau main, begitu liat saya, pasti langsung datang. Terkadang saya juga suka istirahat di cat room. Kalau liat saya tiduran, Jasmine biasanya langsung ikut tiduran di samping saya. Nanti pas saya bangun, Jasmine juga masih ada di samping saya. Pokoknya jasmine itu tipe setia banget,” cerita taufik.
Semoga sehat dan bahagia terus ya Jasmine bersama Sjahnar Cattery.

1 comment
thanks a lot of information