TANGERANG – Komunitas Tunggak Semi Tangerang (TST) mengadakan acara gathering yang diadakan di Saung Bonsai Bapak Purnadi wilayah Gasal (Gerakan Sadar Lingkungan) 07 jl. Nn 82 Rw. 007Alam Jaya Kecamatan Jatiuwung hari Minggu, tanggal 21 Maret 2021.

Bukan hanya untuk anggota komunitas, acara gathering yang berlangsung meriah ini juga diperuntukkan bagi masyarakat di area Tangerang dan sekitarnya. Dari area depan sudah tampak berderet berbagai jenis tanaman bonsai. Disini pengunjung dan anggota komunitas bisa melihat tanaman bonsai yang bervariasi.

Tanaman bonsai memang istimewa, apalagi dengan ukurannya yang tergolong mini dan bentuk batang serta cabang rantingnya yang meliuk semakin menambah keunikannya.
“Selain menjadi wadah silaturohim antar anggota, salah satu tujuan acara gathering ini adalah memperkenalkan kepada masyarakat tentang seni bonsai. Sehingga diharapkan jika masyarakat sudah tertarik dan cinta dengan seni bonsai secara otomatis akan melahirkan seniman-seniman bonsai yang handal dan kreatif,” kata ketua komunitas Tunggak Semi Tangerang, Maxto Ragiel Saputro.

Ketua TST, Maxto ragiel Saputro
“Selain itu, kami juga ingin menjadikan wilayah tangerang sebagai salah satu pusat perbonsaian yang bisa menciptakan seniman-seniman yang handal, kreatif, harmonis dan sejahtera,” lanjut lelaki yang akrab disapa Maxto ini.
Turut hadir mendampingi, Ketua RW 07 Rudi Anko dan Ketua Gasal 07 Ngasip Priyono. Sebagai tokoh masyarakat setempat, keduanya sangat antusias dan juga mendukung gerakan sosialisasi bonsai terhadap masyarakat. Apalagi Rudi dan Ngasip juga aktif membina progream Gerakan Sadar Lingkungan di wilayah setempat.

Ketua Gasal 07 Ngasip Priyono dan Ketua RW Rudi Anko
Setelah acara sambutan dari Ketua Umum TST, Ketua RW 07, dan Ketua Gasal 07, acara gathering ini dibuka dengan penyerahan tanaman Toga dan pupuk untuk Gasal 07.
Untuk memeriahkan acara, panitia juga menyediakan door prize yang disponsori oleh berbagai pihak, salah satunya adalah rokok Gudang Garam. Hal ini tentu menambah semangat anggota komunitas yang hadir.

Panitia sedang membacakan pemenang door prize
Selain menjadi ajang temu kangen antar anggota setelah sekian lama tidak bisa bertatap muka secara langsung, tentunya tujuan utama dari acara gathering ini adalah program edukasi mengenai bonsai.

Acara yang dinanti yakni demo wiring membuat gerak dasar pada bonsai dan juga penjelasan kriteria penjurian pada kontes bonsai seperti apa.
“Para anggota komunitas dan juga masyarakat akan diajarkan secara langsung mengenai teknik mengawat yang tujuannya untuk mengarahkan batang tanaman. jadi kita memakai bonsai yang masih bahan. Sekalian uji mental juga nih, siapa anggota yang berani maju dan mempraktekkan secara langsung. Tentu sambil diarahkan oleh senior yang sudah ahli dan berpengalaman,” cerita Maxto.

Untuk menghindari kerumunan, praktek belajar mengawat bonsai ini dibagi menjadi 4 bagian dengan jenis tanaman yang berbeda.

Setelah hampir 2 jam melakukan pembelajaran praktek, acara gathering pun diakhiri dengan pembagian suvenir dan juga sesi foto.

Sukses dan kompak selalu untuk Komunitas Tunggak Semi Tangerang. Semoga cita-cita untuk menghasilkan seniman-seniman bonsai dapat tercapai.
