Home Opini Habib Jindan bin Nouval bin Salim bin Jindan

Habib Jindan bin Nouval bin Salim bin Jindan

by Slyika

WAJAHNYA menyejukkan. Untain katanya lembut. Profilnya sederhana. Sambutannya hangat. Tetapi, bola mata ini sejenak tertuju pada jahitan kecil gamis yang robek.

SULAMAN tangan di bagian depan gamis, sekitar dua sentimeter, dari atas ke bawah, nyata terlihat. Masya Allah, tanpa minder, beliau tetap nyaman.

PENULIS berpikir Habib Jindan Bin Nouval Bin Salim Bin Jindan sedang mengajarkan perilaku kakeknya (Njid-nya), Rasulullah SAW yang digambarkan dalam Kitab Al Barjanzi.

RASULULLAH SAW itu menjahit baju yang robek, mengesol sendal yang putus, mencuci pakaian sendiri, memasak sendiri, memerah susu sendiri. Jika membeli sesuatu ke pasar dan membawa tentengan sendiri dan sebagainya, dan sebagainya.

DARI jalur ibunya, Habib Jindan adalah keturunan waliyullah. Beliau putra dari Syarifah Faurani, putri dari Habib Muhammad, putra dari Habib Ali (Kwitang), putra dari Habib Abdurrahman Bin Abdullah Al Habsyi (Cikini).

Karomah Habib Abdurrahman, hingga kini air di area makamnya tak habis habis dan dipercaya untuk menyembuhkan penyakit. Habib Ali juga mashur memiliki keistimewaan semasa hidupnya.

PUN dari jalur ayahnya. Beliau putra dari Habib Nauval (Makamnya di Ponpes Al Fachriyah), putra dari Habib Salim Bin Jindan.

Habib Salim Bin Jindan menjadi perbincangan hangat ketika KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berucap; bahwa Habib Salim Bin Jindan (Condet), termasuk salah satu, dari tiga waliyullah yang menjadi PAKU JAKARTA (Penyangga Jakarta).

Dua lainnya, Habib Husein Bin Abubakar Alaydrus (Luar Batang) dan Habib Utsman Bin Yahya (Duret Sawit).

HABIB Utsman Bin Yahya adalah pengarang Kitab Sifat Dua Puluh (Allah Wujud, Qidam, Baqo, dan seterusnya).

Penulis juga menyempatkan meminta agar diridhoi jika berziarah ke leluhurnya. “Silahkan, silahkan. Berkah,” jawabnya singkat.

HABIB Jindan menamatkan sekolah dasarnya SD Islam Meranti, Madrasah Jam’iyatul Khair, kemudian dilanjutkan ke Darul Musthofa, Tarim, Hadramaut, Yaman.

Beliau satu angkata bersama almarhum Almaghfurlah Habib Munzir Al Musawwa (Pimpinan Majelis Rasulullah), yang diyakini seorang wali.

Kini, Habib Jindan yang kelahiran 21 Desember 1977 ini memimpin Yayasan Al Fachriyah, Larangan, Kota Tangerang.

CERAMAHNYA menyejukkan, laksana air es yang menyegarkan. Semoga beliau Istikomah dalam syiar agama Islam, sekaligus berharap agar tulisan ini meningkatkan rasa Mahabbah (Cinta) kepada ahlul bait (Dzuriyah Rasulullah SAW).

Sollu Alannabi Muhammad. MOHON maaf lahir dan bathin, semoga bermanfaat. Wallahu’alam.

Nurcholis Qadafi
Wartawan Senior, Penceramah dan Usahawan

You may also like

Leave a Comment