Kebiasaan Berbagi Telah Mendarah Daging

by Slyika

Selama tiga hari, Rabu sampai Jumat, 15-17 September 2021 lalu, salah seorang pengusaha tekstil yang sukses Arnes Azwar mengamati kebiasaan saya yang suka berbagi. Kami intens bersama-sama mulai dari Pekanbaru, Riau hingga Padang, Sumatera Barat.

“Saya perhatikan Pak Aqua senang sekali berbagi terutama materi. Pasti semua yang bapak berikan – berapapun jumlahnya – sangat bermanfaat pada penerimanya. Mereka sebagian besar tidak Pak Aqua kenal. Baru pertama kali ketemu,” ungkap Arnes.

Selama bersama Arnes baik di Pekanbaru maupun di Padang, sedikitnya Arnes empat kali memperhatikan saya berbagi materi. Karena kami baru ketemu sehingga bapak tiga putri itu baru mengetahui kebiasaan tersebut.

Saya sampaikan bahwa aktivitas seperti itu sudah lama saya lakukan. Telah mendarah daging. Saya sangat bersyukur dan senang sekali melakukannya.

Mengenai penerima dan jumlahnya tergantung “perintah” hati nurani saya. Selama ini saya percaya sekali hati yang bersih adalah “suara” TUHAN, sehingga pemberiannya saya yakini tepat sasaran.

Meski bagi saya jumlahnya itu adalah relatif. Terpenting dan paling utama adalah keikhlasan dalam memberinya. Tanpa melihat suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) penerimanya.

TUHAN Cepat Mengganti
Kebiasaan itu sudah saya lakukan sejak puluhan tahun lalu. Saya yakin sekali, berapapun materi yang saya beri tidak membuat penerimanya menjadi kaya. Sebaliknya saya sebagai pemberinya tidak jadi miskin.

Bahkan yang saya rasakan sejak dulu sampai sekarang, setiap memberi, TUHAN dengan cepat menggantinya dengan berkali-kali lipat. Asalnya sering tak terduga.

Semua itu membuat saya semakin ketagihan untuk lebih sering berbagi. Sama sekali tidak ada ruginya. Sedangkan untungnya banyak banget.

Khusus berbagi kepada anak-anak teman yang masih sekolah atau kuliah, saya sengaja melakukan itu. Teringat saat seusia mereka senang sekali saat diberi uang oleh teman-teman almarhum kedua orangtua saya. Mengenal jumlahya sama sekali tidak penting dan ngga pernah saya pikirkan.

Kebahagiaan yang pernah saya rasakan, ingin saya bagikan ke anak-anak teman-teman saya. Sekaligus mengenang saat saya seusia mereka.

Saya sangat bersyukur karena umumnya mereka yang menerima pemberian saya merasa senang. Itu terlihat dari ekspresi wajah mereka.

Lebih Bahagia
Saat melihat mereka senang, saya lebih bahagia lagi. Rasanya tiada tara. Secara tidak langsung mereka telah berbagi energi positif pada saya. Alhamdulillah…

Saat Jumat siang, 17 September 2021 kemarin ketika menjemput Arnes di Masjid Al Hakim miliknya yang terletak di Jalan Samudera nomor 1 Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, untuk menuju Bandara Internasional Minangkabau Kabupaten Pariaman, Sumatera Barat, bapak tiga putri itu sempat melihat sejumlah uang yang baru saya ambil dari ATM BCA.

Saya sedang menatanya agar tidak berserakan dan sewaktu-waktu mudah mengambilnya.

Kepada Arnes, saya katakan sejumlah uang itu sengaja saya ambil untuk antisipasi jika sewaktu-waktu ada yang harus saya berikan. Sehingga tinggal memberikan saja.

“Pak Arnes, ibaratnya tukang pos, saya hanya bertugas menyerahkan kepada mereka yang berhak menerimanya. Untuk itu saya selalu menunggu “bisikan” dan “perintah” TUHAN lewat hati nurani. Saya bersyukur sekali bisa melakukan semua itu. Amanah yang berharga sekali dan tidak dapat digantikan materi berapapun juga,” ujar saya.

Semoga semua kebiasaan positif tersebut dapat dilaksanakan hingga akhir hayat. Aamiin ya robbal aalamiin…

Dari Bogor saya ucapkan selamat berbagi secara konsisten dengan ikhlas. Salam hormat buat keluarga.

Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

0 comment
1

Related Post

Leave a Comment