KB2SI Kembangkan Budidaya Lele Berbasis Syariah

by Slyika

OGAN ILIR – Merespon meningkatnya minat warga yang sedang mencari bisnis dan menabung syariah, Komunitas Bisnis Berbasis Syariah Indonesia (KB2SI) Sumsel, mengembangkan budidaya lele secara syariah.

Syamsuri SE, Ketua Umum KB2SI Sumsel mengatakan, sistem syariah dalam budidaya lele ini, bukan hanya pada saat panen dan pembagian hasil, tetapi semua anggota KB2SI yang sudah tergabung di kelompok budidaya lele berkewajiban menyisihkan sebagian dari hasil panennya, untuk keperluan anak yatim-dhuafa dan sejumlah rumah-rumah tahfidz di Sumatera Selatan.

“Jadi bisnis atau budidaya lele yang kita kembangkan ini, syariahnya bukan hanya pada saat bagi hasil, tetapi nanti hasil dari panen akan kita potong sebagian kecil, untuk kita sisihkan bagi anak yatim-dhuafa, juga rumah-rumah tahfidz. Ini sifatnya wajib bagi setiap anggota KB2SI,” tegas CEO Mitra Anugerah Perkasa Sumsel (MAPS) Grup ini menjelaskan,

Syamsuri menambahkan, semua peserta yang ikut dalam keanggotaan KB2SI akan diberi kartu anggota khusus (ID-Card), sebagai penanda kepemilikan kolam.

Anggota yang ikut dalam tata kelola kolam lele ini, masing-masing orang cukup mengeluarkan uang sebesar Rp. 4.500.000 untuk 1 kolam, yang bisa dilakukan secara kolektif, baik keluarga atau persahatan.

“Sebagai bentuk akad menjadi anggota budidaya lele ini, satu kolam wajib mengeluarkan uang Rp.4.500.000. Jadi kalau misalnya dibuat secara kolektif, satu kolam orang tiga, berarti harus patungan Rp1.500.000 per orang,” tegasnya.

Pola bisnis budidaya lele yang dilakukan KB2SI ini menurut Syamsuri, bukan sistem investasi, tetapi menerapkan sistem mudhorobah, kerjasama dengan bagi hasil.

Sebab, total biaya untuk 1 kolam, sampai dengan siap ditabur benih dibutuhkan modal Rp10 juta. Sementara, bagi anggota KB2SI hanya dikenai biaya Rp4.500.000 ribu dalam 1 kolamnya. Sementara Rp5.500.000 lagi ditanggung perusahaan yang tergabung dalam MAPS Grup yang dipimpinnya.

Pada kesempatan itu, Sumingsro, salah satu peserta mengatakan, pola syariah yang diterapkan dalam budidaya lele oleh KB2SI ini, menurutnya sangat baik bagi masyarakat.

Sebab, dengan pola ini setiap anggota KB2SI tidak dibebani biaya lain kecuali hanya Rp. 4. 500.000 untuk satu kolam. Sementara, untuk perawatan dan hal lain yang berkaitan dengan tata kelola budidaya lele ini menjadi tangungjawab KB2SI.

“Saya pikir ini menjadi peluang bagi masyarakat, sebab mereka tidak perlu ikut merawat. Semua diserahkan kepada KB2SI, kita tinggal menunggu panen,” ujar Ketua Kelompok Budidaya lele “Rejo Makmur” di Palemraya ini.

Senada dengan itu, Dedi Widiastono, Ketua Kelompok Budidaya Lele “Tenere” menjelaskan, program KB2SI ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat. Selain tu secara ekonomis hal ini bisa untuk menambah penghasilan keluarga, tanpa harus repot-repot membuat kolam di rumah. (noverta)

0 comment
2

Related Post

Leave a Comment