Home Opini Berfikirlah Secara Cerdas Strategis dan Taktis dalam Mensikapi TNI

Berfikirlah Secara Cerdas Strategis dan Taktis dalam Mensikapi TNI

by Slyika

Pencitraan TNI untuk mengambil hati rakyat adalah tidak benar. Adapun yang benar adalah mengembalikan Marwah TNI kembali untuk kesolidan TNI sebagai komponen strategis sistem pertahanan negara dan sebagai tentara rakyat.

Jangan pakai analisa analogi belaka, lihatlah kondisi yang realita saja dilapangan kondisi internal TNI pada tingkat level elite TNI saat ini.

Jokowi dan Luhut hari ini sudah mulai cemas dan keringat dingin bercucuran dengan sikap pembangkangan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa kepada Jokowi dengan sengaja tidak menghadiri Rapim TBI, gegara Jokowi marah-marah dengan cuitan para keluarga TNI- POLRI menolak IKN.

Jokowi sampai berbohong kepada rakyat mengenai tidak datangnya Panglima TNI di Rapim karena terpapar Covid Omicron, padahal tidak ! Saat itu Andika Perkasa malah menghadiri rapat di Kemenhan bersama Menhan Prabowo.

Rakyat boleh-bolehvsaja curiga kepada TNI, tapi harus cerdas paham menguasai kondisi peta military leaders. Jangan mudah berargumen negatif terlalu jauh. Realitasnya saja umat Islam sekarang masih butuh militer TNI yang memiliki pasukan, senjata dan peluru.

Sementara TNI pun masih sangat membutuhkan umat Islam sebagai komponen kekuatan Rakyat Semesta ditengah TNI yang sedang dalam ancaman di Mutilasinya dan di Kebirinya TNI sampai hari ini oleh Luhut cs dan Komunis RRC.

Adalah realita memang telah terjadi dualisme komando TNI antara kubu Luhut cs (dibackup RRC) dengan Prabowo cs (dibackup AS).

Luhut sedang berusaha maksimal menguasai TNI dengan menanam orang melalui tangan-tangannya Kasad Dudung dan Pangkostrad Maruli Simanjuntak cs yang juga menantunya dimana dibelakangnya siap di backup para Konglomerat Hitam Taipan 9 Cacing dan PKC (Partai Komunis Cina) Dinasti Ming, Xi Jinping RRC.

Sedangkan Prabowo berusaha tetap menjaga keutuhan TNI melalui tangannya Panglima TNI Andika Perkasa, dibawah komandonya adalah seluruh para Jenderal Mabes TNI, Panglima Divisi Infanteri 1, Panglima Divisi Infanteri 2 dan Panglima Divisi Infanteri 3 KOSTRAD dan seluruh jajaran Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) terus turun ke bawahnya.

Menhan Prabowo dan mantan Menhan Ryamizard Ryacudu adalah orangnya Amerika, mereka masih sangat berperan aktif dalam mengutak-atik TNI yang didukung AS untuk tetap menjaga TNI sebagai Natural Army and People’s Army

Tidak perlu beranalisa dan beramsumsi terlalu berlebihan tentang Andika hanya gara-gara mantunya mantan Kepala BIN, Hendropriono. Terus memang kenapa kalau mantunya Hendropriono?

Pertama.. Apakah pemikiran mantu selalu harus seiring sejalan dengan sang mertua? Tidak juga !

Kedua.. Apakah kita tidak paham bahwa antara Hendro dan Luhut sudah saling cakar-cakaran didalam sana.

Gara-gara Luhut marah besar kepada Hendro karena Andika berhasil memasukkan tentara AS mengadakan Latma (Latihan Bersama) antara TNI dan Militer AS di wilayah Indonesia. Gara-gara itu LBP menolak dan menghalangi Andika menjadi Panglima saat itu.

LBP sengaja membuka kasus Andika yang pernah melanggar HAM karena kasus penculikan dan pembunuhan oleh teamnya terhadap tokoh besar OPM di Papua.

Sikap LBP yang arogan itu dibalas oleh HP dengan intelnya membocorkan kasus besar fee triliunan rupiah bisnis PCR bersama Menteri BUMN Erick Thohir. Sejak itu, terjadi gap jurang besar antara kedua mantan Jenderal TNI ini.

Ada yang bertanya kepada penulis, apakah TNI mempunyai kepentingan juga untuk mengincar kursi RI-1 dan RI-2 ?

Iya tentu saja, karena semua memiliki kepentingan. Prabowo masih memiliki kepentingan untuk RI-1 atau RI-2.

Backup Prabowo yang pertama adalah untuk mengembalikan dan menyelamatkan TNI dari penguasaan China Komunis. Sedangkan backup Prabowo yang kedua adalah dengan militery powernya untuk menjaga kedaulatan negara melawan kekuatan agresi The Big Power nya China Komunis yang akan menginvasi Indonesia.

Sedangkan semua ini tidak mungkin dapat dilakukan oleh seorang Anies yang sipil. Baiklah Anies memang seorang pemimpin yang smart dan kapabel yang sangat layak menjadi seorang Presiden RI.

Walaupun seluruh rakyat Indonesia mendukungnya dengan euforia yang luar biasa seperti apapun, tapi tidak bargaining dengan militer maka yang terjadi malah sebaliknya.

Anies dalam waktu sekejab saja sudah berhasil dimasukkan kotak besi. Lalu apa yang bisa diperbuat dari rakyat para pendukungnya kalau tokohnya sudah masuk kotak, seperti yang nasib yang dialami HRS ? Ambilah pelajaran dari kasus HRS tersebut.

Karena yang akan dilawan saat ini adalah “boneka” milik raksasa China Dinasti Imperium Komunis Neo Mongol.

Jangan bermimpi dulu, sesungguhnya Anies itu lebih aman untuk Pemilihan Presiden di negara yang sudah berjalan aman dan sudah kondusif pertahanan negaranya, bukan negara yang sedang dalam uka-uka ancaman asing seperti saat ini.

Eksistensi Anies sebagai orang sipil masih sangat dan harus membutuhkan peranan militer dalam membuka jalan untuknya dan membackupnya.

Jangan harap aman-aman saja jika Anies tidak ada yang backup oleh pihak militer. Anies yang orang sipil tidak akan bertahan lama. Rezim RRC akan mudah sekali untuk menggulung Anies dan memasukannya ke kotak seperti HRS !

Disiapkan energi positif yang luar biasa besar untuk Anies dan para pejuang pendukungnya bila ingin maju. Yaitu jangan melemahkan dan menjatuhkan peranan Prabowo. Karena itu perlu adanya bargaining antara militer dengan Anies jika Anies ingin aman dan selamat.

Tidak menutup kemungkinan besar Anies akan menggandeng Prabowo. Kalau lebih aman dalam kondisi negara seperti ini, Prabowo sebagai RI-1 dan Anies RI-2, atau sebaliknya jika Prabowo legowo Anies RI-1 dan Prabowo RI-2.

Jangan lupa Andika Perkasa sangat dibutuhkan sebagai orang kedua atau “sekoci” nya Prabowo yang dimasa depan, dimana nanti terjadi Formasi AA yaitu “Anies Andika.”

Terbentuknya formasi strategis ini mewakili dua komponen besar yaitu Umat Islam dan TNI. Dimana semua ini Prabowo lah sebagai leader clearing pembabat dan
pembuka jalannya.

Maka penulis melihat dengan analisis spiritual Jika tidak dengan cara ini niscaya Umat Islam, Kaum Pribumi, Kerajaan-Kerajaan dan Institusi TNI Polri akan Habis dan Punah karena akan “Diakuisisi” oleh Rezim Dinasti Neo Mongol, Xi Jinping.

Untuk seluruh rakyat Indonesia, dari sekarang siapkan energi positif yang besar dan pikiran yang cerdas jika ingin bangkit dan berubah!

Kanjeng Senopati

Analisis Spiritual Geostrategi Geopolitik Indonesia & Pengamat Intelijen Militer

You may also like

Leave a Comment