Home Opini Dua Minggu Fokus Silaturahim dan Menambah Pengetahuan, Sementara Berhenti Menulis

Dua Minggu Fokus Silaturahim dan Menambah Pengetahuan, Sementara Berhenti Menulis

by Slyika

Dua minggu terakhir, setiap hari saya menerima WhatsApp (WA) dan telepon dari saudara dan teman-teman. Jumlahnya banyak sekali, mencapai ratusan orang. Mereka menanyakan kabar saya.

Tidak hanya itu, mereka bertanya kenapa sudah lama tidak menerima kiriman dari saya termasuk beragam aktivitas dan tulisan-tulisan saya.

Ada yang menduga saya sakit sehingga tidak aktif berkegiatan seperti biasa.

Saya sangat bersyukur dan terharu sekali saat saudara dan teman-teman mengontak. Menunjukkan kepedulian mereka yang tinggi pada saya.

Mereka yang mengontak saya umumnya sibuk. Banyak aktivitasnya, namun masih menyempatkan waktu menghubungi saya untuk menanyakan kabar.

Ternyata juga selama ini semua kiriman saya, mereka simak. Satu persatu dilihat. Ada yang rajin memberi komentar plus apresiasi.

Saya sangat berterima kasih kepada saudara dan teman-teman atas semua perhatian mereka yang sangat tulus. Memotivasi saya untuk terus beraktivitas hingga akhir hayat.

Selain itu saya menyampaikan permohonan maaf karena tidak menyapa mereka baik lewat WA maupun telepon. Bukan berarti saya melupakan mereka.

Kepada mereka, saya sampaikan bahwa selama tidak mengontak lewat WA, saya fokus melaksanakan silaturahim dan menambah pengetahuan dengan intens membaca. Itu terutama saya lakukan dua minggu terakhir.

Fokus pada dua hal itu membuat saya berhenti menulis untuk konsumsi umum. Buat pribadi tetap saya lakukan.

Setiap melaksanakan dua aktivitas itu, silaturahim dan menambah pengetahuan terutama membaca, saya menikmati sekali.

Dua hobi yang sejak puluhan tahun lalu konsisten saya tekuni.

Selama dua minggu terakhir, saya silaturahim ke ratusan orang.

Mereka tinggal di Jawa Barat, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, dan Jawa Timur.

Dua minggu lalu saya jalan darat ke Banten, Lampung, dan Sumatera Selatan.

Saya sangat menikmati meski perjalanannya lama dan jauh.

Banyak pelajaran dan pengalaman berharga yang saya peroleh.

Minggu berikutnya saya di Bali selama empat hari.

Menemui teman-teman serta Sharing Komunikasi dan Motivasi sebanyak dua sesi.

Dari Pulau Dewata saya melanjutkan perjalanan ke Jawa Timur.

Mengeksplor bagian timur propinsi itu. Saya naik mobil dari Surabaya ke Situbondo, Banyuwangi, Bondowoso, dan Probolinggo.

Selama dua hari di Jawa Timur, saya melaksanakan Sharing Komunikasi dan Motivasi sebanyak lima sesi. Seluruhnya di lingkungan perbankan.

Perjalanannya efektif sekali. Ketemu ratusan orang yang latar belakangnya beragam. Mulai dari orang biasa, pejabat swasta, hingga pejabat militer.

Dari mereka saya mendapat banyak pengetahuan, wawasan, ilmu, dan pengalaman. Semuanya sangat bermanfaat buat saya.

Niat Ibadah
Selama mengunjungi semua provinsi itu, Jawa Barat, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, Banten, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, dan Jawa Timur, saya meniatkannya ibadah. Sepenuhnya karena Tuhan bukan yang lain.

Setiap komunikasi dengan siapa pun tanpa melihat latar belakangnya, saya menyimak.

Menganggap mereka guru sehingga harus banyak belajar kepada mereka.

Semuanya merasa nyaman saya temui. Meski terkadang ada perbedaan pendapat saat membahas satu topik. Itu justru memperkaya wawasan saya.

Kepada semua yang ditemui, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Mereka telah memberi banyak rezeki kepada saya yang nilainya melebihi materi berapa pun.

Mereka adalah guru terbaik bagi saya. Mau bicara apa adanya walaupun terkadang kami berbeda pandangan.

Setelah dua minggu berhenti menulis, saya kembali melaksanakan aktivitas yang sangat menyenangkan itu. Menyapa ribuan teman dan saudara. Alhamdulillah…

Dr Aqua Dwipayana

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional. 

 

You may also like

Leave a Comment