Peradaban Bangsa Indonesia tidak akan kembali menjadi lebih BAIK jika rakyatnya sendiri tidak BANGKIT dan PENAKUT atau tidak peduli ingin membebaskan diri dari keterpurukan dan penindasan.
Perang adalah suatu kemestian didalam semua perjuangan last option pilihan terakhir sebagai upaya politis yang strategis dalam menyelamatkan kedaulatan negara.
Telah terjadi perang peradaban di Indonesia yaitu antara peradaban religius dengan peradaban secular. Yang akan terus terjadi diawali pasca reformasi sampai hari ini.
Kita bangsa yang cinta damai. Kita tidak ingin berperang dengan bangsa siapapun, tapi jangan sampai kita bangsa yang tidak pernah mempunyai persiapan untuk PERANG.
Ingat doktrin yang mengatakan bahwa, “Kalau kita ingin damai maka kita harus lawan dan bersiap untuk PERANG!”
Kita memang pecinta perdamaian, tapi bukan berarti kita menolak dan membenci perang, sementara kita manut, tunduk, takut dan diam saja saat dijajah, diperbudak dan diperas oleh penjajah.
Jika kita pecinta perdamain maka kita harus mempunyai persiapan untuk berani PERANG. Karena jangan harap ada kata perdamain jika kita tidak siap untuk MELAWAN dan PERANG.
Karena dulu para leluhur kita mencintai perdamaian tapi mereka juga harus berjuang dan harus berperang untuk mencapai perdamaian tersebut.
Masa depan bangsa Indonesia sedang diujung tanduk diantara DUA pilihan terjelek yaitu :
1. Bangkit dan Bergerak.
Maka konsekuensinya adalah kita siap untuk perang. Kemudian setelah runtuhnya negeri ini kita harus merangkak lagi timi-timi (pelan-pelan) dari bawah dasar dari negara yang sudah sudah hancur porak poranda.
Maka disitulah kita kesempatan untuk menset dan mendesign pola dan sistem pemerintahan yang baru meninggalkan sistem peradaban lama yang sudah amburadul dan bobrok. Kemudian membangun peradaban baru dengan sistem dan pola negara baru menyonsong peradaban Indonesia baru.
2. Diam cuek tidak peduli kondisi negara (hanya jadi penonton).
Maka konsekuensinya kita pasti akan terus dijajah oleh imperialis Komunis Cina dan antek-anteknya, dikejar-kejar, diintimidasi, dimutilasi, dihabisi dan kita warga pribumi akan menjadi jongos babu dinegeri sendiri dan endingnya kita punah !
Diantara dua pilihan yang sama-sama buruk maka pilih yang paling ringan keburukannya pilih “bangkit dan bergerak!”, Walaupun resikonya berdarah-darah sekalipun. Karena memang perjuangan tak pernah lepas dari darah dan airmata.
Karena memang dinasti Xi Jinping RRC memang sangat takut dan menghindari terjadi PERANG. Karena itu akan memancing masuknya Sekutu dan _NATO_ke wilayah Indonesia untuk menghancurkan Cina.
Dan akan gagal seluruh proyek raksasa Cina RRC di Indonesia untuk menguasai dan menjajah negeri nusantara ini.
Kalau rakyat, mahasiswa dan seluruh elemen tidak bangkit dan tidak bergerak negara ini resmi bakal menjadi NEGARA BONEKA CINA.
Umat Islam dan rakyat pribumi akan di intimidasi dan dimutilasi dan endingnya punah secara kolektif mengerikan setelah dinasti Xi Jinping Komunis RRC BERKUASA ikut “mengelola” negara ini. Senasib dengan umat Islam Uighur Xinjiang.
Yang disisakan adalah rakyat bodong underdog, rakyat lontong sayur, dan rakyat dungu yang siap hanya menjadi jongos babu di negeri sendiri atau siap menjadi sesembelihan para kufar Komunis di tanah sendiri. INI JANGAN SAMPAI TERJADI !
Maka siapkan energi besar untuk bangkit dan bergerak karena seluruh elemen rakyat memang sudah seharusnya untuk bangkit dan bergerak satu barisan menyelamatkan negara siap untuk PERANG ! Atau PUNAH!. Siapkan energi rapatkan dan satukan barisan!
Kanjeng Senopati
Putra Mataram Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
