Rusia, Ukraina dan Macan Asia yang Bernama Indonesia

by Slyika

Sebagai bangsa yang besar dari sebuah negara kesatuan yang bernama Republik Indonesia ini patutlah merasa bangga dengan langkah sangat berani pemerintah negeri untuk berkontribusi dalam misi mulia perdamaian dunia.

Ditengah ketidakpastian global terhadap ancaman krisis pangan, energi dan keuangan sebagai dampak konflik perang Rusia-Ukraina ini, manuver Indonesia melalui strategi komunikasi diplomasi politik luar negeri Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai Ketua Presidensi G20 untuk menemui kedua pihak yang bertikai itu merupakan langkah sangat strategis yang banyak diapresiasi dan ditunggu publik dunia.

Langkah yang sangat berani dan beresiko ini adalah bagian dari rangkaian lawatan kenegaraan ke Eropa atas undangan Ketua G7 dalam KTT G7 di Elmau, Jerman, sebelum melanjutkan kunjungan kenegaraan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Adapun dalam KTT tersebut salah satu isu penting yang telah dibahas adalah krisis pangan, energi dan keuangan dunia sebagai dampak konflik Rusia-Ukraina ditengah upaya keras semua negara dalam upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi covid 19.

Kunjungan Presiden Jokowi ke Moskow dan Kyiv ini merupakan wujud nyata mengamalkan amanat konstitusi untuk berkontribusi dalam terus mendorong perdamaian sebagai bentuk kepedulian Indonesia terhadap isu kemanusiaan global.

Sementara itu, beberapa pemimpin dunia lain hanya mengungkapkan rasa keprihatinannya dari rumah negerinya masing-masing atas pelik dan rumitnya konflik yang sesungguhnya tidak hanya melibatkan dua negara yang bertikai tapi juga NATO yang terdiri dari banyak negara.

Dari sisi faktor resiko keamanan atas kunjungan ini mengingatkan kita pada langkah Presiden Soeharto yang pernah melakukan misi yang sama di Sarajevo Bosnia pada Maret 1995.

Presiden Jokowi beserta rombongan terbatas dikawal dengan sangat-sangat ekstra ketat dan penuh kecermatan kehati-hatian tingkat tertinggi oleh Tim Gabungan Pengamanan dari Paspampres yang terdiri dari sekitar 39 personel Pasukan Elite 3 Matra TNI, Bais, BIN dan Tim Khusus lain.

Faktor resiko keamanan khususnya atas keselamatan diri presiden sangat ekstra diwaspadai dengan strategi intelijen canggih atas dampak tidak disengaja saat kunjungan di Kyiv atau Kiev, seperti serangan pesawat tempur atau rudal jarak jauh dan resiko gangguan serangan pihak pasukan gelap baik di Kyiv maupun di Moskow yang tidak ingin misi kunjungan ini berhasil.

Dalam kunjungan yang sangat menyita perhatian masyarakat internasional ini, Presiden Jokowi muncul sebagai sosok pemimpin Asia pertama yang berani mendatangi kedua belah pihak yang berseteru, Presiden Vladimir Putin dan Presiden Volodymyr Zelensky.

Hal ini sebagai wujud sangat riil solidaritas rasa kepedulian Indonesia bagi perdamaian dunia dan isu kemanusiaan atas krisis pangan, energi dan keuangan sebagai dampak konflik perang Rusia-Ukraina bagi banyak negara berkembang yang berpenghasilan rendah agar tidak makin terpuruk ke dalam jurang kemiskinan ekstrem dan kelaparan.

Sebagai Ketua Presidensi G20, Presiden Jokowi sangat terpanggil untuk mendorong dan mengajak negara-negara G7 yang telah berkumpul di Jerman beberapa hari yang lalu untuk mengupayakan perdamaian di Ukraina dengan mencari solusi krisis global, pangan, energi dan keuangan.

Dalam lawatannya ini upaya strategi komunikasi diplomasi untuk membuka ruang dialog seluas-luasnya antara Rusia dan Ukraina telah ditempuh oleh Presiden Jokowi bagi terciptanya perdamaian di kawasan yang juga akan sangat berdampak positif bagi belahan dunia lain.

Presiden pun menekankan pentingnya kedua belah pihak yang berkonflik untuk melakukan gencatan senjata dan segera menghentikan perang agar rantai pasok pangan dapat diaktifkan kembali.

Perang, konflik bersenjata atau apapun namanya yang terjadi disana hanyalah akan menyisakan tragedi kemanusiaan, kesengsaraan atau penderitaan bagi rakyat Ukraina.

Puji Syukur pada Yang Maha Pengasih dan Penyayang, kunjungan yang penuh resiko keamanan atas misi mulia kemanusiaan universal presiden negeri tercinta ini beserta rombongan terbatas yang mendampingi dan tim khusus yang telah bekerja dengan sangat keras mengamankannya ini senantiasa berada dalam naungan perlindunganNya, sehingga telah berjalan dengan sangat lancar dan kita semua sangat percaya dapat berhasil bagi terciptanya perdamaian dunia dan tercapainya solusi pemulihan krisis global yang diakibatkannya.

Dan atas perkenanNya pula, Indonesia, bangsa dan negara tercinta kita ini melalui Presiden Jokowi hadir sebagai macan asia yang dengan sangat gagah berani, namun tulus, lembut dan rendah hati, tak gentar menghadapi berbagai resiko besar yang mungkin saja terjadi demi sebuah misi perdamaian dunia dan peradaban kemanusiaan sejati.

Bangsa yang besar, Indonesia tercinta ini telah tercatat dalam tinta emas sejarah dalam memperjuangkan semangat atau spirit perdamaian sejati pada setiap relung batin, sanubari, mata batin setiap kita tanpa kecuali, semua warga dunia di seantero muka bumi ini.

Rusia, Ukraina dan Macan Asia yang bernama Indonesia. Indonesia,  The Asian Tiger. Sang Macan Asia bagi sebuah perdamaian dan peradaban kemanusiaan sejati. Salam Perdamaian Sejati.

Febiyanto 
Motivator, Pemerhati, Penulis Kajian Strategis Komunikasi Pengembangan Karakter dan Kenegarawanan

0 comment
2

Related Post

Leave a Comment