Home Opini Berteman Tanpa Pamrih

Berteman Tanpa Pamrih

by Slyika

Nikmatnya berteman adalah tanpa pamrih. Tidak ada yang merasa dirugikan. Dengan begitu persahabatannya terus terjaga sepanjang masa.

Bahkan lebih baik lagi jika tujuan utama berteman memberi bantuan. Apa saja. Wujudnya beragam. Sehingga sebagai manusia merasa sangat berarti.

Selalulah ingat bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang memberi manfaat pada sesama. Dengan begitu kehadirannya sangat dirasakan orang lain.

Bantuan yang diberikan tidak selalu materi. Wujudnya bisa yang lain. Sesuai kemampuan. Jangan memaksakan diri karena setiap orang punya keterbatasan.

Siapa pun orangnya ketika berinteraksi dengan orang lain bisa langsung merasakan niat dan gelagatnya. Apakah benar-benar tulus ikhlas tanpa pamrih atau ada niatan tertentu.

Jika tanpa pamrih keberadaannya pasti selalu diterima lingkungan. Bahkan kehadirannya sering dirindukan dan dinantikan. Sebab selalu menunjukkan keteladanan.

Akan Ditinggalkan
Sebaliknya jika memiliki niatan tertentu dan ada pamrih, lawan bicaranya bakal merasakan. Hanya masalah waktu, biasanya relatif cepat, dia akan ditinggalkan.

Untuk selanjutnya orang yang pernah merasakan ketidaktulusan itu, jika berinteraksi dengan orang yang pernah mengecewakannya akan lebih hati-hati, waspada, dan mawas diri. Agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.

Bisa juga malah menghindar. Bahkan Menjauh. Berusaha semaksimal mungkin agar tidak berinteraksi. Pilihan itu sengaja diambil supaya tidak sakit hati.

Padahal mereka yang berteman tanpa pamrih, setiap hari bakal memetik “buah yang rasanya manis” dari konsistensi sikapnya itu. Di mana pun berada merasakan semuanya adalah saudara.

Di mana saja keberadaannya diterima lingkungan. Bahkan ada yang merindukannya, sebab tidak pernah merepotkan siapa pun.

Meski berteman tanpa pamrih, tidak perlu khawatir dengan rezekinya. TUHAN sudah mengatur semuanya.

Catatannya ada di lauhul mahfudz. Setiap orang bakal mendapatkan sesuai namanya masing-masing. Tidak akan tertukar.

Mengenai banyak atau sedikit rezeki yang diperoleh tergantung menyikapinya. Selalu bersyukur membuat terasa cukup bahkan berlebih. Juga berkah.

Berusahalah secara optimal berteman sama siapa saja tanpa pamrih. Setelah itu nikmati “buahnya yang rasanya manis”. Aamiin ya robbal aalamiin…

Setelah seharian jalan-jalan di sekitar Yogyakarta bersama keluarga, saya ucapkan selamat berusaha secara optimal menjadi orang yang berteman dengan tulus ikhlas. Salam hormat buat keluarga.

Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional

You may also like

Leave a Comment