Home Berita Dr Aqua Dwipayana Support Stikes Mataram Kembangkan Proyek Penelitian Ilmiah

Dr Aqua Dwipayana Support Stikes Mataram Kembangkan Proyek Penelitian Ilmiah

by Slyika

MATARAM – Pakar komunikasi dan motivator nasional Dr Aqua Dwipayana mendorong agar penelitian ilmiah di lingkungan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Mataram terus digencarkan.

Hal ini  untuk meningkatkan pengetahuan dalam bidang kesehatan. Dukung proyek-proyek inovatif yang dapat meningkatkan praktik kesehatan.

Selain dari aspek akademik, berikan pelatihan keterampilan tambahan seperti kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, dan etika profesional.

“Untuk mewujudkan pendidikan berkualitas di Stikes Mataram diperlukan upaya berkelanjutan dari semua pihak terkait,” ucap Dr Aqua Dwipayana.

“Selain itu, perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi secara rutin untuk memastikan bahwa standar kualitas terus dipertahankan dan ditingkatkan,” lanjutnya.

Setelah berbicara di lingkungan perhotelan dan sektor usaha kecil menengah (UKM) sejak senin 5 Sepetember 2023, sepanjang Rabu 6 September 2023 ini, pakar komunikasi dan motivator nasional Dr Aqua Dwipayana memberikan sharing kpmunikasi dan motivasi di lingkungan pendidikan.

Seusai menyampaikan sharing kepada ratusan guru di bawah naungan pengurus wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama di Ballroom Kantor Bupati Kabupaten Lombok Tengah, Jalan Raden Puguh Praya-Puyung, Lombok Tengah, NTB, siang harinya doktor komunikasi lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran tersebut berbicara di depan puluhan dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan Stikes Mataram.

Temanya adalah “Mewujudkan Pendidikan Berkualitas di Stikes Mataram”.

Kegiatan dilangsungkan pada Rabu, 6 September 2023 di Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram, Jalan Swakarsa III No 10 Mataram.

Ketuanya Dr Chairun Nasirin yang mengundang Dr Aqua Dwipayana.

Dr Aqua Dwipayana menyarankan agar mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan terkini dalam bidang kesehatan.

Libatkan pemangku kepentingan, termasuk mahasiswa, dalam proses perencanaan kurikulum. Juga, lakukan evaluasi terhadap kualitas pendidikan secara berkala.

Selain itu, gunakan umpan balik dari mahasiswa, dosen, dan pemangku kepentingan lainnya untuk melakukan perbaikan.

Bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan pendidikan di Stikes Mataram tetap terjangkau dan dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

“Dorong penelitian ilmiah di Stikes Mataram untuk menambah pengetahuan dalam bidang kesehatan,” ucap penulis buku super best seller Trilogi The Power of Silaturahim tersebut.

“Dukung proyek-proyek inovatif yang dapat meningkatkan praktik kesehatan,” tuturnya.

“Selain dari aspek akademik, berikan pelatihan keterampilan tambahan seperti kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, dan etika profesional,” lanjutnya.

Dr Aqua Dwipayana kemudian menyampaikan beberapa strategi yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dalam bidang kesehatan.

“Terus-menerus memperbaharui kurikulum pendidikan kesehatan agar mencerminkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan praktik klinis terbaru,” pesan Dr Aqua Dwipayana.

“Memasukkan elemen keterampilan klinis, etika, dan komunikasi yang efektif dalam kurikulum,” lanjutnya.

Kemudian, lanjut motivator ulung ini, menyediakan peluang praktik klinis yang luas dan beragam, termasuk magang di rumah sakit, pusat kesehatan, dan fasilitas medis lainnya.

Mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam praktik klinis sejak awal dalam program pendidikan mereka.

Selanjutnya, tambah Dr Aqua Dwipayana, pastikan bahwa dosen dan instruktur memiliki kualifikasi yang memadai dan pengalaman klinis yang relevan.

Memberikan dukungan dan pelatihan berkelanjutan bagi dosen untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka.

“Memanfaatkan teknologi pendidikan seperti simulasi medis, perangkat lunak pendidikan, dan platform e-learning untuk meningkatkan metode pengajaran dan pembelajaran,” jelasnya.

“Memfasilitasi pembelajaran jarak jauh dan akses ke sumber daya pendidikan online. Menjalankan akreditasi dan sertifikasi yang ketat untuk memastikan bahwa program-program pendidikan kesehatan memenuhi standar tertentu,” lanjut pria rendah hati ini.

Mengenai Stikes Mataram
Stikes Mataram didirikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat NTB dan Indonesia terhadap tenaga kesehatan profesional yang semakin meningkat dari tahun ke tahun baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Dr Aqua Dwipayana (tengah) bersama Rektor UNU NTB Dr Baiq Mulianah (kiri) dan Ketua Stikes Mataram Dr Chairun Nasirin (kanan).

Stikes Mataram menyediakan program pembelajaran yang komprehensif sesuai dengan kurikulum nasional dan muatan lokal yang integratif dengan dunia kerja.

Pembelajaran mencakup hard skill keterampilan kerja, kemampuan bahasa, komplementer dan enterpreneurship, dengan tetap menekankan penguasaan soft skill etika kerja, komunikasi, EQ, dan SQ.

Kampus Stikes Mataram berlokasi di Pulau Lombok yang terkenal sebagai destinasi wisata internasional, terletak di tengah Kota Mataram dengan lokasi strategis.

Dekat dengan pusat pemerintahan, institusi pelayanan kesehatan, dan dengan masyarakat.

Jarak tempuh dari Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid hanya 45 menit.

Demikian juga jarak dengan objek-objek wisata Pulau Lombok yaitu hanya 15 menit menuju Senggigi, 20 menit menuju Taman Narmada, dan 1 jam menuju Pantai Kuta Lombok.

Sarana pembelajaran yang dimiliki Stikes Mataram meliputi ruang kuliah klasikal ber-AC, ruang diskusi tutorial, laboratorium (keperawatan, ilmu dasar, bahasa dan komputer), perpustakaan, mushola, ruang olahraga, klinik dan kantin.

Layanan kesehatan bagi masyarakat juga disediakan oleh Stikes Mataram yaitu Mini Hospital yang bersisian dengan kampus.

Sebagai tempat pengembangan sumber daya manusia, Stikes Mataram juga menyediakan unit kegiatan mahasiswa yaitu UKM Paduan Suara Medika Sonora, UKM Tari, UKM Olahraga, dan UKM Kajian Agama Islam.

Kampus Stikes Mataram dalam perjalanannya selama hampir 15 tahun telah menorehkan beberapa prestasi yang cukup membanggakan antara lain Rekor Muri sebagai Penyelenggara Donor Darah dengan Tekhnik Pengalihan Nyeri Menggunakan Hipnosis, Rekor Muri sebagai Penyelenggara Senam Otak Dengan Peserta Terbanyak, International Good Company sebagai The Best Education of The Year pada tahun 2011 dan 2014.

Proses pembelajaran di Stikes Mataram menekankan pada pengalaman peserta didik di wahana kerja yang nyata. Maka dari itu Stikes Mataram telah menjalin kerjasama (MoU) dengan berbagai instansi pendukung antara lain dengan RS Syaiful Anwar Malang, RS Jiwa Lawang Malang.

Kemudian, RS Jiwa Menur Surabaya, RSUD dr. Soetomo Surabaya, RSUD Sidoarjo, RSUD Gresik, RSUD Jombang, RSU Propinsi NTB, RS Jiwa Propinsi NTB, PSTW Puspakarma Mataram.

Selanjutnya, PSTW Meci Angi Bima, RSU Kota Mataram, RSUD Praya, RSUD Selong, RSUD Gerung, RSUD Sumbawa Besar, RSUD Dompu, RSUD Bima, seluruh Puskesmas di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

Kerjasama nasional dengan institusi pendidikan antara lain MoU dengan Poltekkes Mataram, Stikes Wira Medika PPNI Bali dan Universitas Ahmad Yani.

Kerjasama regional dibangun untuk pengembangan pembelajaran dan penelitian meliputi MoU dengan BCN Nakhorn Ratchasima dan Chakriraj Thailand, Berjaya University dan Universitas Kelantan Malaysia di Malaysia, Manila Central University of Philipin, dan sedang dirintis kerjasama dengan Universitas di China serta Korea Selatan.

Visi
Menjadi Institusi pendidikan tinggi kesehatan yang mampu berdaya saing nasional, dan menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan praktis pada tahun 2025.

Misi
–          Menyelenggarakan pendidikan kesehatan yang akuntabel yang didukung oleh sumber daya yang berstandar nasional.
–          Menyelenggarakan dan mengembangkan penelitian tepat guna bagi masyarakat.
–          Menyelenggarakan dan mengembangkan pengabdian masyarakat berdasarkan hasil penelitian tepat guna untuk peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

You may also like

Leave a Comment