JAKARTA – Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dr Buya Anwar Abbas MA menolak kunjungan Presiden Prabowo ke Turki dan Timur Tengah.
Sebab, kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mencari dukungan bagi pemindahan 1.000 warga Gaza yang luka luka untuk dirawat di berbagai rumah sakit di Indonesia.
“Seandainya yang dirawat itu warga Muslim Rohingya Myanmar, saya setuju sekali. Tetapi kalau itu warga Gaza berarti Etnic Cleansing (pembersihan etnis) terhadap warga Palestina dari Gaza. Sebaiknya yang luka luka dirawat di Gaza, jangan di negara lain seperti Indonesia,” kata Buya Anwar Abbas dalam acara Halal bi Halal Pimpinan Daerah Muhammadiyah Jakarta Barat di Masjid Al Isra’ Tanjung Duren, Jakarta Barat, Sabtu (12/4/25).
Turut hadir Ketua PWM DKI Jakarta, Dr Ahmad Abu Bakar MA dan Ketua PDM Jakarta Barat, Dr Ir Narmodo Rahmani MA.
Menurut Buya Anwar Abbas, Etnic Cleansing terhadap warga Palestina di Gaza sudah menjadi rencana terselubung dari PM Israel Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump.
Rencananya nantinya 3 juta penduduk Gaza akan diusir dan Gaza yang terletak di tepi Laut Mediterania itu dikuasai AS dan akhirnya akan diserahkan ke Israel.
“Kalau Israel sudah berhasil mencaplok wilayah Palestina, tidak mungkin akan diserahkan kembali ke Palestina seperti Kota Suci Yerusallem yg sekarang dijadikan Ibukota Israel menggantikan Tel Aviv,” tegasnya.
Dikatakannya, saat ini 90 wilayah Palestina sudah dikuasai Zionis Israel sejak tahun 1948 lalu dan tinggal sisanya 10 persen masih dikuasai Palestina termasuk Gaza.
“Saya kira Presiden Prabowo kurang mempertimbangkan nilai nilai Keadilan, tetapi hanya memperhatikan nilai nilai Kemanusiaan saja,” jelasnya.
Menurut Buya Anwar Abbas, UUD 1945 dengan tegas menolak segala bentuk penjajahan, karena tidak menghormati nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.
Penulis: Abdul Halim
