Home Berita Banyak Korban Scam di LN, Komisi IX Desak Pemerintah Pastikan Keamanan Digital Pekerja Migran

Banyak Korban Scam di LN, Komisi IX Desak Pemerintah Pastikan Keamanan Digital Pekerja Migran

by Slyika

JAKARTA — Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Zainul Munasichin, menanggapi serius banyaknya Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi korban scam dan penyalahgunaan data pribadi di luar negeri.

Dia mendesak pemerintah memastikan keamanan digital bagi para pekerja migran.

Menurut laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementerian P2MI, sejumlah PMI mengalami kasus di mana data pribadi mereka digunakan untuk aktivitas ilegal, seperti judi online dan tindak pidana penipuan, sehingga beberapa di antaranya harus berhadapan dengan aparat hukum negara setempat, padahal mereka tidak melakukan kejahatan tersebut.

Zainul Munasichin menilai kondisi ini sangat memprihatinkan dan menunjukkan lemahnya sistem perlindungan digital terhadap PMI. Dia meminta pemerintah serius menangani kasus tersebut.

“Ini bukan semata soal literasi keuangan. Ini soal keamanan digital dan perlindungan negara terhadap warga negaranya di luar negeri. Pemerintah tidak boleh berhenti pada peluncuran buku saku atau sosialisasi, tapi harus membangun sistem perlindungan yang konkret dan terintegrasi,” tegas Zainul Rabu( 12/11/25).

Ia menambahkan, para PMI sudah berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional melalui remitansi yang mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.

Perlindungan data dan keamanan digital PMI harus menjadi prioritas nasional.

“Negara jangan hanya memanfaatkan devisa dari PMI, tapi juga wajib memastikan data dan identitas mereka aman,” katanya.

“Pemerintah perlu bekerja sama dengan OJK, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian P2MI, dan Komdigi untuk membuat mekanisme pengamanan data lintas negara,” ujarnya lagi.

Zainul juga mendorong peningkatan kapasitas dan perlindungan digital melalui kerja sama bilateral dengan negara penempatan, serta penerapan sistem verifikasi data biometrik dan enkripsi kuat untuk mencegah kebocoran.

“Kita harus hadir melindungi mereka, baik secara fisik maupun digital. Jangan sampai PMI menjadi korban dua kali, di luar negeri dan di dunia maya,” pungkas Zainul.

You may also like

Leave a Comment