Home Opini Republik Pustaka

Republik Pustaka

Oleh Yudi Latif, Aliansi Kebangsaan

by Slyika

Saudaraku, di salah satu sayap rumah yang jarang dilalui langkah, aku memiliki sebuah wilayah kedaulatan: republik pustaka—respublica literaria. Inilah tanah suci batinku.

Begitu aku memasukinya, seolah ada dinding tak kasatmata yang memagari ketenteraman; dunia luar dipersilakan menunggu di ambang.

Koleksi bukunya mungkin tak terlalu berlimpah.

Yang membuatnya istimewa karena menghimpun buku-buku terpilih sesuai dengan selera.

Literatur tentang intelektual, inteligensia dan sosiologi pengetahuan tersusun bagai gugus bintang yang menuntun arah.

Di sampingnya, karya-karya ilmiah lintas disiplin; buku-buku mutakhir tentang state-building, nation building, dan keindonesiaan; serta khazanah filsafat, sejarah, sastra, dan perbandingan agama yang menjadi pintu-pintu menuju cakrawala batin yang lebih luas.

Di ruang pustaka inilah aku menyaring waktu.

Membaca dan menulis menjadi ritual sunyi yang menenangkan jiwa; dari dialog batin antara kata dan makna lahirlah inspirasi dan kejernihan.

Dari sanalah berbagai karya terlahir, termasuk buku terbaru: Apa Jadinya Dunia Tanpa Indonesia?

Dalam perjalanan panjang meniti ilmu dan kehidupan, buku adalah sahabat seperjalanan tanpa pamrih.

Charles W. Eliot berujar, “Buku adalah sahabat paling senyap dan setia; penasihat paling bijak dan terjangkau; guru paling sabar.”

Banyak diantara kita memiliki kenangan istimewa dan tumbuh-kembang bersama buku.

Buku yang tepat akan menorehkan kesan mendalam yang dapat memberi isi hidup dan arah hidup.

Buku merupakan pasangan hidup yang pantas dicintai.

Bila seseorang tak suka membaca buku, boleh jadi karena kurang mengenal, belum terbiasa, atau belum menemukan buku yang tepat.

Bagi mereka yang sudah tumbuh cinta dengan buku, membaca setengah buku laksana love affair setengah jalan.

Singkat kata, orang boleh berada dimana pun dan memilih profesi apa pun, tapi tak boleh meninggalkan kekasih setia.

Adapun kekasih setia yang senantiasa dapat memberi nasihat dan jalan keluar dari kegelapan adalah buku.

You may also like

Leave a Comment