BERITAIND.COM, JAKARTA — Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PKB Mafirion, mendesak pemerintah dan aparat keamanan bergerak cepat menyelamatkan sembilan anak perempuan yang disandera kelompok bersenjata di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Ia menegaskan, aksi penyanderaan terhadap anak-anak di bawah umur merupakan pelanggaran berat Hak Asasi Manusia (HAM) yang tidak bisa ditoleransi.
Mafirion menyoroti kondisi psikologis dan keselamatan fisik para korban yang berpacu dengan waktu di area konflik.
“Setiap waktu sangat berharga. Ini bukan sekadar persoalan keamanan, melainkan keselamatan dan masa depan anak-anak,” ujar Mafirion di Jakarta, Kamis (20/8/26).
“Mereka seharusnya berada di lingkungan aman, mendapatkan pendidikan, dan tumbuh tanpa rasa takut,” lanjutnya.
Dia mengingatkan agar operasi pembebasan dilakukan secara presisi dan terukur.
Langkah penanganan tidak boleh spekulatif agar tidak menempatkan nyawa para sandera dalam risiko yang lebih besar.
“Yang paling utama adalah bagaimana sembilan anak ini bisa kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat,” katanya.
“Aparat dan pihak terkait harus bekerja secara terpadu dengan perhitungan matang, tetapi tetap bergerak cepat,” tegasnya lagi.
Mafirion juga mendorong pemerintah menunjukkan komitmen nyata untuk memutus rantai kekerasan yang terus berulang di Papua, dengan menempatkan perlindungan warga sipil sebagai prioritas tertinggi.
“Harus ada ketegasan untuk menghentikan segala bentuk kekerasan di Papua,” pungkas Mafirion.
