GAPURA berasal dari bahasa sansekerta Gopuram yang berarti pintu gerbang menuju kota.
Gapura juga bermakna ampunan dari kata ghofuro, dirintis pada zaman wali songo periode Kesultanan Demak.
Berharap, agar orang yang masuk kawasan tersebut diampuni dosanya, juga penduduk setempat. Luar biasa.
SEMULA, identik bangunan masuk menuju candi, situs peninggalan agama Hindu dan Budha.
Akulturasi budaya berjalan sesuai zaman, bergeser bukan hanya sebagai tanda masuk bangunan sejarah, tetapi menjadi ikon memasuki sebuah daerah, kota, desa, masjid, keraton, perkantoran, perumahan, dan sebagainya.
DI Solo dan Yogyakarta digelar perayaan sekaten, berbentuk upacara grebek mulud yang jatuh pada tanggal 5 hingga 12 Robiul Awwal sebagai peringatan kelahiran Nabi Besar SAW.
Sekaten berasal dari syahadatain (persaksian) atas pengakuan Allah SWT sebagai Tuhan dan Rasulullah SAW sebagai utusan Allah SWT.
ADA banyak buah-buahan, sayuran, dan makanan berbentuk gunungan diperindah dengan prosesi kirab, adat lainnya, kemudian menjadi rebutan berharap berkah.
Selain ada doa-doa, filosofis penghormatan terhadap momentum kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah sebuah kebajikan.
SEBELUM memasuki acara sekaten, masyarakat yang melewati gapura semoga mendapat ampunan dari Allah SWT.
Demikian secuil dari segudang kekayaan khasanah budaya Indonesia menjelaskan.
Berjalan aman, damai, tenang, tanpa ada yang tertindas, apalagi terdzolimi.
SEIRING waktu, para pendahulu menjadikan sebagian dalam rangkaian semarak Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI.
Perlombaan menghias Gapura sejatinya, pengharapan ampunan dosa masyarakat dan bangsa.
Tak hanya teruntai dalam ungkapan doa keseharian, tapi dikonkretkan dalam bentuk simbol kearifan lokal yang bernama Gapura.
ANEKA ragam kreasi dan lomba sesungguhnya bentuk luapan kebebasan kegembiraan dari penjajahan.
Ada tawa dan bahagia disetiap acara dengan semangat berkompetisi memberikan yang terbaik terhadap bangsa dengan simbol kemenangan dalam perlombaan, yang sesungguhnya ritual kebersamaan dan keakraban.
DAN, akhirnya ditutup dengan tasyakuran dibalut hiburan rakyat dan doa sebagai penutup.
Kombinasi semua ini bagian penghargaan atas perjuangan para pahlawan yang telah bertaruh harta dan nyawa.
Semoga kegembiraan anak dan cucu rakyat Indonesia saat mengisi HUT Kemerdekaan mengobati kesedihan para pejuang yang tewas di medan perang.
Aamiin YRA. Untuk para pejuang bangsa, Alfatikha. MOHON maaf lahir dan bathin, Semoga bermanfaat, Wallahu’alam
H Nurcholis Qadafi
Penceramah, Usahawan dan Jurnalis Senior
