Rabu sore (15/4/26) sekira pukul 17.00 WITA saya tiba di Makassar dari Kendari. Di Kota Anging Mammiri itu saya hanya sekitar 21 jam.
Meski sebentar, namun silaturahim dan belajar kepada banyak orang. Semuanya sangat bermanfaat buat saya.
Setelah mengambil bagasi di Bandara Sultan Hasanuddin, saya langsung ke rumah makan Ulu Juku, Jalan. Prof Dr Abdurrahman Basalamah No. 99A.
Buka puasa di sana sambil menikmati kepala ikan yang yummy.
Sekira sejam di sana. Malam itu saya langsung ke “rumah” di Makassar yakni Hotel Mercure Makassar Nexa Pettarani, Jalan. A. P. Pettarani Makassar.
General Manager hotel itu Wahyu Nursekha Wijayanti menyambut dengan hangat dan akrab.
“Malam ini seluruh kamar di Hotel Mercure Makassar Nexa Pettarani yang jumlah 174
kamar, penuh. Ini rekor selama tahun 2026,” ujar Wiwied Nurseka, panggilan akrab Wahyu Nursekha Wijayanti sambil tersenyum penuh syukur.
Mendapat kabar gembira itu, selain bersyukur, saya ikut bahagia.
Berdoa agar kamar di Hotel Mercure Makassar Nexa Pettarani selalu penuh.
Wiwied juga menyampaikan kabar gembira lain yaitu setelah 4 tahun 2 bulan jadi General Manager di Hotel Mercure Makassar Nexa Pettarani, akhir April 2026 promosi ke kantor Accor Indonesia di Jakarta.
Merupakan prestasi luar biasa yang perlu disyukuri.
“Saya sampaikan ke teman-teman di sini (Hotel Mercure Makassar Nexa Pettarani) agar mereka tetap melayani Pak Aqua seperti biasa. Meski saya nanti sudah pindah ke Jakarta,” ujar ibu dua putra itu.
Sangat Mulia
Saat di kamar, lewat WhatsApp (WA) call saya kontak teman akrab saya yang menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Selatan Dr Didik Farkhan Alisyahdi.
Pria ramah yang berasal dari Bojonegoro itu sedang berada di Jakarta. Mengatakan segera balik ke Makassar.
“Saya Kamis besok (16/4/26) ada dua agenda di kantor. Salah satunya dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Insya Alloh kita ketemu Pak Aqua,” ujar Dr Didik yang mendapat promosi menjadi Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung.
Begitu Didik menyebut LPSK, saya langsung teringat ketuanya Brigjen Pol Purn Dr Achmadi.
Pria yang berasal dari Sragen itu adalah teman lama saya dan kami sangat akrab.
Selesai bicara dengan Didik, saya kontak Dr Achmadi. Dengan ramah jenderal polisi itu merespon.
“Saya sudah tiba di Makassar Pak Aqua. Ini baru masuk Hotel Aston, tempat saya menginap selama di Makassar,” kata Dr Achmadi.
Kemudian ia menginfokan rencana selama di Makassar. Semuanya sangat mulia.
Membantu para perempuan korban kekerasan seksual dan memberikan kompensasi ke mereka.
“Besok pagi Insya Alloh kita ketemu Pak Aqua. Tempatnya di Hotel Aston atau di kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan,” ungkap Dr Achmadi
Komunikasinya Cair, Akrab, dan Seimbang
Kamis pagi saya ke Aston Makassar Hotel and Convention Center, Jalan. Sultan Hasanuddin No. 10 Makassar. Menemui Dr Achmadi.
Kami ketemu di lobi. Ia dengan hangat menyambut saya.
“Pak Aqua keliling terus. Menebar ilmu dan pengalaman ke banyak orang. Sangat mulia semua yang Pak Aqua lakukan,” kata Dr Achmadi.
Setelah ngobrol sejenak, kami satu mobil ke kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Jalan. Urip Sumoharjo Km. 4 No. 244, Makassar.
Saat tiba di sana disambut Asisten Tindak Pidana Umum Teguh Suhendro. Kemudian menuju ruang kerja Didik di lantai 2.
Wakil Kajati Sulawesi Selatan Prihatin menerima kami sambil berucap, “Kajati Pak Didik sedang menghadiri acara dengan teman-teman dari Jampidmil. Setelah selesai beliau ke sini.”
Sesaat kemudian tiba di ruangan itu Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Selatan Dr Nirwana.
Berikutnya datang Anggota Komisi XIII DPR RI Meity Rahmatia. Lalu Didik.
Semua yang hadir ngobrolnya akrab sekali. Saya menyimak mereka. Terasa komunikasinya cair, akrab, dan seimbang. Saling menghargai.
Paling dominan membicarakan tentang hukum.
Duduk bersama mereka membuat saya jadi paham hukum.
Utamanya hal-hal teknis yang jarang diketahui orang awam.
Kemudian Didik mengajak semua tamunya ke ruang Baruga Adhyaksa.
Acaranya Pemberian Dana Bantuan Korban dan Sosialisasi Mewujudkan Hak Atas Restitusi Bagi Korban Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Hadir di ruangan itu puluhan orang termasuk para Kepala Kejaksaan Negeri.
Sebagian menghadiri acara lewat zoom.
Sekitar pukul 12.00 saya meninggalkan tempat acara. Menuju Bandara Sultan Hasanuddin.
Pukul 14.00 pesawat Lion Air JT 985 yang saya naiki lepas landas menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Selama 21 jam di Makassar saya mendapat pelajaran dan pengalaman berharga dari banyak orang. Saya sangat bersyukur memperoleh semua itu. Alhamdulillah.
Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional
