Home Berita Kewaspadaan Peningkatan Kegempaan di Wilayah Lampung Barat

Kewaspadaan Peningkatan Kegempaan di Wilayah Lampung Barat

by Slyika

LAMPUNG BARAT – Hasil monitoring BMKG Stasiun Geofisika Lampung Utara terhadap aktivitas kegempaan sejak Januari 2021 sampai Mei 2021 menunjukkan, di wilayah Lampung Barat terdapat kluster aktivitas kegempaan yang lebih aktif daripada wilayah sekitarnya.

Tercatat 13 gempa bumi, dengan 3 diantaranya dirasakan masyarakat. Data gempa yang terjadi di Lampung Barat disajikan pada tabel 1 slide 1 (gambar keterangan foto di atas).

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya peningkatan aktivitas di sepanjang segmen sesar semangko Peta seismisitas dari kejadian gempa tersebut ditunjukkan pada gambar slide 2 berikut.

“Dampak gempabumi yang terjadi diantarnya ada yang dirasakan masyarakat diantaranya di Sekincau II – III MMI dan Liwa II – III MMI,” jelas Kepala Stasiun Geofisika Lampung Utara Anton Sugiharto melalui keterangan resminya yang diterima beritaind.com, Kamis (6/5/21).

Meningkatnya aktivitas kegempaan yang terjadi akhir-akhir ini khususnya di Lampung Barat, kata Anton, tentunya patut diwaspadai.

Gempa signifikan yang terjadi tersebut di atas dapat menjadi alarm bahwa zona gempa di sepanjang patahan besar sumatra aktivitasnya meningkat.

“Informasi ini sekedar pengingat kita bahwa potensi gempa itu ada dan harus direspon dengan langkah mitigasi yang cepat dan tepat untuk meminimalisir risiko jika terjadi gempa kuat,” jelasnya.

Kepada masyarakat, Anton mengimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Pastikan informasi resmi gempabumi dengan magnitudo kurang dari 5 hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi Instagram @stageofkotabumi, website (http://lampung.bmkg.go.id/).

“Masyarakat juga diminta lebih waspada dan mengenali lingkungannya, sehingga lebih paham dimana tempat aman untuk berlindung saat terjadi gempa dan bersiap untuk melakukan penyelamatan dirinya, tetapi dalam konteks tidak panik dan tidak meresahkan masyarakat lainnya,” jelas Anton.  (budi theo)

You may also like

Leave a Comment