Home Berita Savero Karamiveta Dwipayana Kobarkan Semangat Raih Impian di Event Ruang Bincang Inspirasi

Savero Karamiveta Dwipayana Kobarkan Semangat Raih Impian di Event Ruang Bincang Inspirasi

by Slyika

BOGOR – Savero Karamiveta Dwipayana yang merupakan putra bungsu Dr Aqua menyampaikan materi yang sangat menarik di hadapan lebih dari 150 mahasiswa pada kegiatan Sharing Komunikasi dan Motivasi bertajuk Rumah Bincang Inspirasi melalui aplikasi zoom, Sabtu, 5 Juni 2021. Dia berbagi dengan para mahasiswa bahwa dirinya sebagai bagian dari kaum muda selalu mengedepankan prinsip “Saying ‘Yes’ Before Knowing ‘How’”.

Hal itu bermakna bahwa sebagai kaum muda harus selalu meniatkan diri untuk mencoba apapun sepanjang hal itu positif untuk menempa diri. Manfaatnya pasti besar buat orang yang konsisten melakukannya.

“Jadi kalau ada yang meminta kita untuk mengerjakan sesuatu katakan saja kita bisa melakukan. Nanti ada proses yang bisa kita jadikan pelajaran sehingga menjadi pengalaman. Nanti setelah kita memetik pengalaman dari proses itu maka kita akan bisa menentukan opsi mana yang bisa kita lakukan dan mana yang tidak,” ujar mahasiswa semester VIII Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran (Fikom Unpad) Jatinagor, Sumedang, Jawa Barat tersebut.

Mahasiswa Berprestasi Bidang Pegiat Gerakan Kemanusiaan dan Pemberdayaan Masyarakat yang diberikan pada Dies Natalis ke-60 Fikom Unpad tahun 2020 itu menegaskan bahwa kaum muda juga jangan pernah ragu untuk bermimpi. “Dalam diri kita itu ada alam bawah sadar. Ketika kita menuliskan secara kontinyu apa yang inginkan dan impikan maka kita akan terus ingat dan secara tanpa sadar akan mengarahkan kita untuk memperjuangkan impian-impian kita. Memang tidak semua tercapai tapi kita usahakan dan ketika memang tidak tercapai tidak perlu disesali” ucap Ero, panggilan akrab Savero Karamiveta Dwipayana.

Di sisi lain, ia menguraikan hoaks atau fenomena disinformasi yang saat ini menggejala di ruang sosial kita adalah musuh bersama dalam penanganan pandemi Covid-19 dunia, termasuk di Indonesia. Maraknya hoaks dapat membuat orang menjadi tidak percaya ada dan bahayanya Covid-19, menjadi tidak patuh protokol kesehatan dan hingga menolak vaksinasi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika, menurut Ero,  menemukan ada 1.402 kabar bohong atau hoaks terkait Covid-19. Jumlah itu didapatkan dalam periode 23 Januari 2020 hingga 1 Februari 2021. Dari jumlah itu, hoaks mengenai vaksin Covid-19 ada 97. “Jadi kalau dirata-ratakan setiap hari ada tiga sampai empat hoaks yang mewarnai ruang sosial kita,” kata alumni SMA Regina Pacis Bogor tersebut.

Saat Ero menyampaikan materi dia minta ke seluruh yang hadir untuk menuliskan keinginan mereka. Para peserta antusias melaksanakan permintaan mahasiswa semester terakhir yang memiliki kepedulian sosial yang tinggi itu.

Sementara Dr Aqua menyimak yang disampaikan Ero sambil membaca semua pesan yang ditulis para peserta. Penulis buku super best seller “The Powef of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” itu kaget dan tertegun ketika baca pesan dari mahasiswi semester IV Jurusan Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram, Nusa Tenggara Barat, Arniati.

Perempuan asal Desa Talapiti, Kecamatan Ambalawi, Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat itu menulis sejak sekitar tiga tahun lalu telah berusaha mengumpulkan uang untuk membelikan kacamata Ayahnya Juwaedin yang matanya rabun. Meski ayahnya yang tinggal bersama Ibunya Yanti di desa kelahirannya, tidak pernah minta dibelikan kacamata pada putrinya itu.

Setelah Ero selesai presentasi, Dr Aqua minta ijin ke moderator Rico Juni Artanto untuk bicara. Laki-laki yang hobi silaturahim ini spontan menyatakan siap membantu membelikan kacamata buat ayahnya Arniati.

“Saya membaca semua pesan yang ditulis para peserta. Saya tertarik dengan yang tulisan Mbak Arniati. Mulia sekali niatnya yaitu sejak tiga tahun lalu menabung untuk membelikan kacamata ayahnya karena matanya sudah rabun. Insya Allah saya sekeluarga ikut membantu membeli kacamatanya,” ujar Dr Aqua yang disambut penuh suka cita oleh Arniati dan apresiasi yang tinggi dari para peserta.

Di akhir acara sebelum ditutup oleh Rico, Dr Aqua mengingatkan Arniati untuk mengontak dirinya buat merealisasikan kacamata untuk ayahnya. Dia serius sekali ingin merealisasikan itu.

“Mbak Arniati tolong japri saya ya. Insya Allah kacamata buat ayahnya bisa direalisasikan segera,” ujar laki-laki yang gemar membantu banyak orang termasuk yang belum dikenalnya.

Selesai acara Arniati kirim WA ke Ero. Menceritakan kondisi mata ayahnya dan tentang perjuangan hidupnya di Mataram. Kemudian Sabtu malam komunikasinya dilanjutkan dengan Dr Aqua. Mereka diskusi lewat WA hingga Minggu dini hari (6/6/2021).

Dalam diskusi itu Arniati yang mendapat beasiswa Bidikmisi dan jualan pulsa listrik untuk mencari tambahan uang buat biaya hidupnya menceritakan apa adanya tentang keluarga. Jika ada kelebihan rejeki sebagian dikirimkan ke orangtuanya di kampung.

“Saya sangat bersyukur dan senang banget mendapat hadiah kacamata buat ayah saya yang hanya tamat SD. Sama sekali tidak menyangka memperoleh rejeki itu dari Pak Aqua. Kasihan ayah saya karena matanya rabun, tidak bisa membaca dari jarak dekat,” ujar Arniati dengan sangat gembira dan bahagia.

Acara itu penuh kejutan dengan kehadiran orang-orang penting dan sukses di bidangnya. Mereka adalah wartawan senior yang juga Direktur Gerakan Jurnalis Peduli Pendidikan Nurcholis MA Basyari, Chief Executive Officer PT Paragon Technology and Innovation Salman Subakat, Direktur Utama PT Duta Anggada Realty Ventje Chandraputra Suardana, Sekretaris Perusahaan Harian Pikiran Rakyat Bandung Erwin Kustiman, dan Manajer Administrasi Penjualan Kantor Regional Pos 8 Bali Nusra Joko Sudarmawan.

Kehadiran mereka di tengah-tengah jadwalnya yang padat menunjukkan kepedulian mereka yang tinggi pada dunia pendidikan. Kesempatan itu dimanfaatkan dengan meminta mereka memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Sekaligus testimoni tentang kiprah Dr Aqua dan Ero selama ini.

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Pondok Inspirasi Bogor yang dikemas dalam event bertajuk Ruang Bincang Inspirasi. Acara Ruang Bincang Inspirasi adalah sesi berbagi dalam meneladani nilai-nilai juang narasumber yang telah sukses di bidangnya masing-masing.

Kegiatan ini menurut pendiri Yayasan Pondok Inspirasi yang juga menjadi moderator acara tersebut Rico Juni Artanto  dirancang untuk membangun motivasi mahasiswa agar mengenali potensi dan mempersiapkan diri menjadi pemuda yang tangguh.

Ruang Bincang Inspirasi perdana telah dilaksanakan pada 13 Oktober 2019 dengan jumlah peserta anggota Pondok Inspirasi sebanyak 50 orang. Sejauh ini Ruang Bincang Inspirasi telah dilaksanakan sebanyak 13 kali dengan jumlah peserta mencapai 300 mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi seluruh Indonesia.

Selanjutnya, Pondok Inspirasi kembali mengadakan Ruang Bincang Inpirasi khusus untuk mahasiswa Bidikmisi/KIP seluruh Indonesia dengan tema-tema menarik yang sangat bermanfaat. Tentunya akan menghadirkan para narasumber yang kompeten di bidangnya. (abd)

You may also like

Leave a Comment