Home Berita BI Prediksi Perekonomian Sumsel 2023 Tumbuh Hingga 5,5 Persen

BI Prediksi Perekonomian Sumsel 2023 Tumbuh Hingga 5,5 Persen

by Slyika

PALEMBANG – Bank Indonesia Sumsel memprediksi pada tahun 2023 mendatang, perekonomian di daerah akan tumbuh lebih kuat. Meski pada tahun ini menghadapi gejolak ekonomi global, namun mampu meraih resiliensi tinggi sehingga mampu bangkit lebih cepat.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumsel, Nurcahyo Heru Prasetyo mengatakan, bahwa perekonomian Sumsel pada triwulan tiga tahun 2022 mampu tumbuh 5,34% (yoy).

“Situasi berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi seperti sebelum pandemi berlangsung dengan pertumbuhan di atas 5%,” ujar Nurcahyo Heru Prasetyo, Kamis (1/12/2022).

Berdasarkan perkembangan ekonomi saat ini dengan berbagai indikator makroekonomi, BI memprediksikan pertumbuhan ekonomi Sumsel tahun 2023 mendatang akan tumbuh pada rentang 4,72% hingga 5.57% (yoy).

“Di tahun 2023 nanti diperkirakan pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan tetap tumbuh kuat sebagaimana tahun sebelumnya,” jelasnya.

Menurutnya, dari sisi perkembangan harga, kenaikan harga pangan dan energi dunia telah berdampak pada peningkatan tekanan inflasi pangan ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Secara tahunan, perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) Sumsel pada Oktober 2022 tercatat sebesar 6,51% (yoy).

“Peningkatan inflasi di Sumsel didorong oleh inflasi volatile food. Dari sisi sistem pembayaran, Bank Indonesia berupaya memperluas ekosistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk mendukung digitalisasi pembayaran di Sumatera Selatan,” jelasnya.

Selain itu, user atau pengguna QRIS di Sumsel juga terus bertambah. Saat ini jumlah pengguna QRIS di Sumatera Selatan mencapai 742.774 pengguna.

Untuk perkembangan inflasi, dengan upaya dan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam mengendalikan inflasi daerah terutama inflasi komoditas pangan bergejolak (volatile food).

“Diharapkan dapat membawa inflasi komoditas pangan bergejolak tidak lebih dari 5%, sehingga mendukung terjaganya daya beli masyarakat dan dapat membawa inflasi kembali ke kisaran sasaran 3±1% (yoy) pada 2023,” ujarnya.

Dijelaskannya, bahwa Sumsel masih punya potensi besar untuk terus tumbuh dengan memanfaatkan beberapa celah ruang pertumbuhan ke depan didukung oleh sinergi, inovasi, dan optimisme yang perlu dijaga.

Berbagai potensi pertumbuhan yang dapat didorong antara lain dengan meningkatkan realisasi investasi melalui perbaikan iklim investasi, optimalisasi sektor pertanian dengan meningkatkan produktivitas, dan peningkatan nilai tambah komoditas unggulan melalui hilirisasi.

“Kita juga perlu terus meningkatkan inklusivitas ekonomi dan keuangan digital melalui digitalisasi sistem pembayaran seperti dengan QRIS dan kanal lainnya, serta menjaga kestabilan inflasi dengan memperkuat koordinasi kebijakan dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID),” jelasnya. (deansyah)

You may also like

Leave a Comment