Meminta maaf, bagi sebagian besar orang merupakan sebuah perbuatan yang teramat berat untuk dilakukan. Hal tersebut biasanya dilandasi oleh karakter, lingkungan, dan perilaku seseorang.
Berkaitan dengan yang disampaikan guru saya, Dr Aqua Dwipayana dalam tulisannya yang berjudul “Saat Mereka yang Menyakiti Menghubungi”, perihal tersambungnya kembali dengan teman-teman lama beliau yang sebelumnya “menghilang” karena telah menyakiti hati Dr Aqua, saya sangat setuju dengan apa yang dilakukan oleh suami Ibu Retno Setiasih tersebut.
Dan nampaknya ada dua aliran proses kembalinya kawan-kawan lama beliau yang sempat putus komunikasi.
Dr Aqua mengambil sikap untuk tidak “menimbun sampah” dalam hati dan pikirannya.
Hal itu salah satu yang saya contoh dari beliau untuk saya praktikkan dalam menjalani kehidupan sehari-hari saya. Ternyata hasilnya luar biasa positifnya dan efektif sekali.
“Menimbun sampah” dendam atau sakit hati akan membuat kita merasa sangat berat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kita akan menjadi mudah marah, gampang emosi, dan cepat tersinggung (atau istilah kekinian disebut “baper” alias bawa perasaan).
Sehingga dengan tidak menimbun “sampah” dendam dan sakit hati dalam diri kita, membuat hidup yang kita jalani menjadi berwarna cerah dan menarik. Tidak monoton karena kita terus membawa “sampah” dalam kehidupan ini.
Nafas Kehidupan
Apakah mudah kita untuk melakukan pembuangan “sampah” tersebut?
Sepertinya mudah untuk ditulis dan diucapkan, namun yang pasti tidak gampang untuk dilakukan apabila kita kurang peduli dengan semangat untuk menyambung kembali silaturahim dengan teman-teman lama.
Bukan seorang Dr Aqua Dwipayana apabila membatasi untuk melakukan kebaikan. Bagi beliau, komunikasi adalah nafas kehidupannya.
Faktanya selama ini bapak dari Alira Vania Putri Dwipayana dan Savero “Ero” Karamiveta Dwipayana itu telah sangat sukses menjalin silaturahim dengan banyak orang di seluruh penjuru dunia.
Semoga semakin banyak orang yang selalu mengedepankan adab daripada ilmu. Hal tersebut berkaitan dengan kehidupan sehari-hari kita.
Semoga Dr Aqua beserta Bu Retno, Mbak Alira, dan Mas Ero senantiasa diberikan limpahan nikmat sehat dan kemudahan serta kesuksesan, karena kiprah mereka sekeluarga sangat ditunggu dan diperlukan oleh masyarakat luas. Aamiin ya robbal aalamiin…
Rotan dan getah dalam sampan.
Bakat lari telah membawa prestasi.
Menyimpan sampah dalam pikiran.
Membuat kita menjadi mudah lelah secara rohani.
Joko Sudarmawan
Manajer Solusi dan Kemitraan Kantor Pusat PT Pos Indonesia (Persero)
