Home Berita Naning Pranoto dan Yeni Fatmawati Luncurkan Buku Antologi 1001 Pantun Nusantara dan Negeri Serumpun

Naning Pranoto dan Yeni Fatmawati Luncurkan Buku Antologi 1001 Pantun Nusantara dan Negeri Serumpun

by Slyika

JAKARTA – Dua perempuan pegiat literasi Naning Pranoto dan Yeni Fatmawati pendiri Papatong Artspace resmi merilis buku bertajuk “Antologi 1001 Pantun Nusantara dan Negeri Serumpun“.

Melalui buku setebal 846 halaman ini, Naning dan Yeni mengajak generasi muda turut melestarikan pantun, tidak hanya sebagai warisan budaya lisan, tetapi juga sebagai bagian penting dari kekayaan budaya bangsa.

“Kami mengajak generasi muda untuk bangga dengan kekayaan bangsa ini dan ikut memelihara warisan leluhur. Buku ini gratis tinggal download di e-book,” ujar Naning usai peluncuran buku di museum Jakarta kompleks Taman Ismail Marzuki Jakarta, Minggu (28/7/24).

Naning dan Yeni juga telah berkomunikasi dengan perwakilan Unesco di Indonesia untuk menjadikan buku ini sebagai dokumentasi. Perwakilan Unesco menyambut baik inisiatif ini.

Buku “Antologi 1001 Pantun Nusantara dan Negeri Serumpun” berisikan pantun-pantun yang ditulis oleh peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar SD hingga Guru Besar hingga masyarakat umum.

Beragam jenis pantun terdapat dalam buku ini, seperti pantun budaya, nasihat, kebangsaan, kuliner, adat, jenaka, muda-mudi, hingga pantun hijau yang mengangkat tema pelestarian lingkungan.

Para penulis pantun berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri, seperti Yogyakarta, Tana Toraja, Sulawesi, Kalimantan, Tanah Pasundan, hingga Malaysia, Singapura, Belgia, dan Finlandia.

Mereka menuliskan pantun yang menggambarkan budaya, kuliner, lokasi wisata, adat-istiadat, dan seni-kriya dari daerah masing-masing.

Ada juga Pantun Hijau karya pelajar, guru, orang tua siswa, dan alumni. Pantun-pantun ini menekankan pentingnya merawat dan melestarikan lingkungan.

Karya-karya pantun yang masuk diseleksi oleh dewan kurator yang terdiri dari Adri Darmaji Woko, Naning Pranoto, Kurniawan Junaedhie, Yeni Fatmawati, Nenden Lilis, Nia Samsihono, Masuki M. Astro, dan Didien Pradoto.

Untuk menerbitkan buku dan e-book ini, panitia bekerja sama dengan berbagai sekolah, perguruan tinggi, KBRI Kuala Lumpur, KBRI Belgia, Konjen Negara Bagian Victoria Australia, Konjen Hong Kong, Buruh Migran Indonesia di Hong Kong, tokoh pendidikan di Finlandia, tokoh kesenian di Amerika Serikat, dan Perhimpunan Sastrawan dan Budayawan Negara Serumpun (PSBNS).

“Terbitnya antologi pantun ini adalah wujud kerja kreatif dan kolektif dengan fondasi cinta terhadap negeri,” ujar Yeni Fatmawati.

You may also like

Leave a Comment