Home Berita Puncak Haji Armuzna Menghitung Hari, Komisi VIII Wanti-wanti Jemaah Patuhi Aturan

Puncak Haji Armuzna Menghitung Hari, Komisi VIII Wanti-wanti Jemaah Patuhi Aturan

by Slyika

BERITAIND.COM, JAKARTA — Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PKB An’im Falachuddin, meminta seluruh jemaah haji Indonesia disiplin mematuhi regulasi menjelang puncak fase krusial ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tahun 2026.

Kiai An’im, sapaan akrabnya menegaskan, kepatuhan total terhadap arahan petugas di lapangan menjadi kunci utama keselamatan, kesehatan, dan kelancaran ibadah di tengah padatnya jutaan umat manusia.

“Kami mengimbau jemaah haji Indonesia untuk mematuhi aturan yang disampaikan petugas haji menjelang pelaksanaan puncak haji tahun ini,” ujar Kiai An’im di Jakarta, Senin (18/5/26).

“Aturan yang diberikan tentunya demi kebaikan seluruh jemaah. Dengan mengikuti aturan tersebut, kami berharap pelaksanaan haji berjalan lebih lancar, aman, dan seluruh jemaah dapat kembali dalam keadaan sehat,” lanjutnya.

Dia mengingatkan jemaah mulai membatasi aktivitas fisik di luar hotel, termasuk mengurangi ibadah sunah yang menguras tenaga.

Stamina yang prima sangat dibutuhkan karena rangkaian Armuzna menuntut ketahanan fisik yang luar biasa.

“Pada saat puncak haji, aktivitas fisik akan sangat padat. Mulai dari pergerakan menuju Arafah, mabit di Muzdalifah, hingga melempar jumrah di Mina. Seluruh rangkaian tersebut membutuhkan kondisi fisik yang prima,” jelasnya.

Saat memasuki inti ibadah yakni wukuf di Arafah, Kiai An’im menyarankan jemaah untuk fokus berdiam diri di dalam tenda seraya memperbanyak zikir, doa, serta melantunkan Surat Al-Ikhlas sebanyak-banyaknya.

Lebih lanjut, dia menggarisbawahi pentingnya ketertiban saat prosesi mabit (bermalam) di Muzdalifah serta pergerakan menuju Mina.

Jemaah diminta tidak egois dan wajib mengikuti jadwal waktu melontar Jumrah (Ula, Wustha, Aqabah) yang telah ditetapkan guna menghindari tragedi desak-desakan.

“Jemaah harus mengikuti jadwal yang telah ditentukan petugas agar tidak terjadi penumpukan dan desak-desakan yang dapat membahayakan keselamatan,” tegasnya.

Di akhir penjelasannya, Kiai An’im juga mengingatkan dua hal teknis yang krusial bagi jemaah.

Di antaranya obat-obatan pribadi wajib dibawa ke dalam tas jinjung untuk penanganan cepat jika terjadi gangguan kesehatan mendadak di tenda Armuzna.

Selain itu kartu nusuk jangan sampai tertinggal di hotel.

“Semua aturan yang diberikan tentunya telah mempertimbangkan berbagai aspek demi kebaikan jemaah haji,” katanya.

“Kami berharap seluruh jemaah dapat mengikuti arahan yang disampaikan petugas haji,” pungkasnya.

You may also like

Leave a Comment