BERITAIND.COM, JAKARTA – Pameran waralaba tahunan, International Franchise License and Business Concept Expo Conference (IFRA) 2026 menargetkan lebih dari 30.000 pengunjung secara hybrid dalam penyelenggaraan yang berlangsung pada 28-30 Agustus 2026 di ICE BSD, Tangerang, Banten.
Presiden Direktur Dyandra Promosindo Daswar Marpaung menjelaskan, penyelenggaraan IFRA 2026 memasuki tahun ke-25 dan mengusung tema “Empowering the Growth of Ethical Franchising” yang akan menghadirkan 250 merek yang siap menawarkan berbagai peluang bisnis kepada masyarakat.
“Penyelenggaraan IFRA menjadi bagian dari komitmen untuk mendukung standardisasi usaha yang aman, legal, dan transparan dalam ekosistem bisnis di Indonesia. Acara ini sebagai bentuk komitmen kami untuk mendukung standarisasi usaha yang aman, legal, dan transparan pada ekosistem bisnis di tanah air,” ujar Daswar dalam konferensi pers pre-event IFRA 2026, di Jakarta, Kamis (20/8/26).
Menurut Daswar, pihak penyelenggara telah menyiapkan sejumlah program dalam IFRA 2026.
Salah satunya menghadirkan sejumlah pembicara yang memiliki kompetensi di dunia usaha waralaba.
Selain itu, IFRA tahun ini kembali menyelenggarakan Infrapreneur Business Concept Competition untuk yang ke-10 kalinya.
Kompetisi tersebut menjadi wadah untuk membuka peluang bagi industri sekaligus mendorong mahasiswa memperkenalkan konsep bisnis mereka.
“Termasuk kami juga dengan bangga menyelenggarakan yang ke-10 kalinya Infrapreneur Business Concept Competition untuk membuka peluang industri buat anak-anak negara kita, mahasiswa kita diajak memperkenalkan IFRA Business 2026 ini,” ujar Daswar.
Dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan IFRA 2026 juga disampaikan oleh Direktur Bina Usaha Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Franciska Simanjuntak, yang melihat sektor kewirausahaan dan kemitraan sebagai salah satu penggerak penting pertumbuhan ekonomi nasional.
“Melalui berbagai program seperti Campuspreneur, kami terus mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru yang mendukung ekosistem kemitraan bisnis yang legal dan akuntabel, sejalan dengan semangat IFRA 2026,” ujar Franciska.
Project Manager IFRA Business Expo 2026 Mega Khoriani mengungkapkan, penyelenggaran IFRA tahun ini menargetkan jumlah transaksi sebesar Rp 3,5 miliar untuk tiga hari pameran secara offline.
Namun, ia juga tak menutup kemungkinan adanya potensi transaksi yang terjadi melalui daring atau online melalui website resmi IFRA 2026.
“Nah, tapi kita nggak berhenti dari situ karena kita juga tetap ada website-nya IFRA di manasemua masyarakat itu bisa mengakses dan bisa WhatsApp langsung dengan para pemilik franchise,” papar Mega.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar mengatakan, industri waralaba di Indonesia masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan.
Menurutnya, salah satu kekuatan yang dapat dikembangkan adalah keunikan produk dan bisnis yang sulit ditiru oleh pelaku usaha lain.
“Kalau mau dibikin kemitraan is oke, tetapi ada keunggulannya. Keunggulannya kalau boleh keunikan yang tidak mudah dibuat orang atau tidak mudah ditiru orang,” kata Anang.
Maka dari itu, waralaba harus dijalankan dengan sistem bisnis yang jelas dan terukur, yakni mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga pengawasan.
“Waralaba adalah konsep pemasaran, marketing concept lah sebetulnya, dan yang kedua strategi perluasan,” kata Anang.
