Pada minggu keempat April 2026, semula saya ada dua agenda sharing komunikasi dan motivasi. Lokasinya di Kota Malang, Jawa Timur, dan Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Barat.
Beberapa hari sebelumnya pihak panitia telah menghubungi saya. Menginfokan rencana acaranya.
Mereka menyampaikan undangan disertai harapan agar saya bisa memenuhinya.
Mereka tahu persis agenda saya padat. Utamanya sharing komunikasi dan motivasi serta silaturahim.
Harapannya meski waktu menghubungi saya mepet, saya tetap bisa memenuhinya.
Saat menerima undangan itu saya tidak langsung menjawab.
Lebih dulu mengecek jadwal saya. Hingga akhir tahun agenda saya lumayan padat.
Setelah saya mengecek jadwal, tanggal yang diajukan panitia acara di Kota Malang dan Kabupaten Belu masih kosong.
Artinya saya bisa memenuhi undangannya.
Saya mengontak kedua panitianya. Menginfokan bahwa di tanggal acara mereka, jadwal saya masih kosong. Siap untuk datang ke acaranya.
Hampir bersamaan saya langsung memikirkan materi yang akan disampaikan.
Meski panitianya belum mengirimkan data yang saya butuhkan terkait dengan sharing itu.
Selama ini setiap akan sharing, saya mengirimkan data yang saya butuhkan ke panitia.
Sebagai bahan membuat materinya. Dari data itu, tim saya menyiapkan presentasi saya.
Yakin Terbaik
Menjelang hari H, saya terus menerima undangan sharing di berbagai tempat. Hari dan tanggalnya yang jadwal saya masih kosong. Saya langsung menyanggupinya.
Menjelang hari H, kedua panitia itu mengontak saya. Mereka dengan diawali permohonan maaf, menyampaikan bahwa acaranya ditunda.
Antarkedua panitia tidak saling mengenal, namun jawabannya nyaris sama. Kepastian waktunya akan diberitahu kemudian.
Kecewakah saya? Sama sekali tidak. Saya malah sangat bersyukur dan berterima kasih kepada tuhan atas penundaan itu.
Kenapa saya bersikap seperti itu? Saya yakin sekali hal tersebut yang terbaik.
Di balik semua itu ada rahasia tuhan dan pasti banyak hikmahnya.
Manusia merencanakan dan tuhan menentukan. Itulah yang sangat saya yakini. Jadi saya berpikir positif saja.
Sebelumnya, penundaan sharing telah beberapa kali saya alami.
Saya menyikapinya dengan santai. Sama sekali tidak mengganggu aktivitas saya.
Saya yakin sekali tuhan bakal menggantinya dengan yang lebih baik.
Keyakinan itu sering terbukti. Membuat saya semakin percaya bahwa tuhan selalu memberikan yang terbaik.
Undangan Bertubi-Tubi
Keyakinan saya terbukti. Tidak lama setelah pemberitahuan penundaan acara itu, saya bertubi-tubi mendapat undangan untuk melaksanakan sharing komunikasi dan motivasi.
Hebatnya, jumlah undangannya lebih banyak dan berkualitas.
Bahkan melebihi dari penundaan dua acara yang telah diinfokan ke saya.
Tuhan langsung membalas sikap ikhlas dan kesabaran saya dengan yang jauh lebih baik dalam semua aspek. Masya Alloh dan Allohu Akbar.
Sebanyak dua acara sharing ditunda. Sebagai gantinya, tuhan memberi dua kali lipat yakni empat undangan.
Pengundangnya pihak yang sangat kredibel di Tanah Air.
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara (Kajati Sultra) Dr Abdul Qohar Affandi mengawalinya.
Pria yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur itu mengontak saya.
Menyampaikan undangan sharing komunikasi dan motivasi.
“Pak Aqua, acaranya Kamis pagi (23/4/26) pukul 09.00 WITA di kantor saya, Kejaksaan Tinggi Sultra. Pesertanya sekitar 110 orang. Mereka di antaranya semua pejabat utama dan seluruh kepala kejaksaan negeri se-Sultra. Mereka bersama istrinya,” ujar Dr Qohar.
Setelah itu berturut-turut saya menerima undangan serupa dari Kepala Bank Indonesia Perwakilan Sultra Edwin Permadi, Kepala Otoritas Jasa Keuangan Sultra Bismi Maulana Nugraha, dan Kepala Cabang Utama Bank Muamalat Kendari M. Asrul. Mereka senang begitu mengetahui saya ke Sultra.
Selain memberikan yang lebih baik dan berkualitas, tuhan juga mengaturkan waktunya agar tidak bersamaan dengan kegiatan yang lain.
Jadi empat sesi sharing bisa terlaksana dengan baik dan optimal.
Sekira 30 jam di Sultra, waktu saya efektif sekali. Ketemu ratusan orang dan memotivasi mereka. Umumnya puas dan berharap bisa kembali ketemu saya. Alhamdulillah.
Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional
