Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang-orang lain untuk melakukan apa yang kamu inginkan dari mereka untuk mengerjakannya.
Lalu kalau pemimpin itu apa? Pemimpin itu ya orangnya atau ‘pemeran’ dalam sistem dalam suatu organisasi atau kelompok.
Karena sejatinya tugas pemimpin itu adalah memberi petunjuk arah, mendidik, memelopori, membimbing, menggerakkan dan mengantarkan. Suatu tugas yang tidak mudah dilaksanakan bagi seseorang yang belum berpengalaman.
Tentu bukannya berpengalaman di jabatan yang akan dia emban untuk dipimpin. Tetapi berpengalaman dalam hidup dan kehidupan ini. Sekarang kita lihat fungsinya dari pemimpin, apa itu?
Yang pertama tentunya merencanakan, berikutnya mengorganisasikan, menggerakkan, memotivasi, mendorong, mengendalikan.
Disamping itu seorang pemimpin juga berfungsi sebagai suri tauladan, pelerai bawahan yang bertikai, penanggung jawab dan juga harus bisa berfungsi sebagai tokoh ‘Bapak’ or ‘Ibu’ dalam sebuah organisasi yang dipimpinnya..
Kalau dalam budaya Jawa, seorang pemimpin itu memiliki peran; Ing ngarso sung tulodo Ing madyo mangun karso Tut wuri handayani.
Bagaimana dengan sifat seorang pemimpin? Di dalam Agama Islam, ada sifat pemimpin yang melekat pada diri Nabi Muhammad SAW, yaitu:
1. Siddiq (samanya ucapan dan tindakan-cara londone integrity)
2. Amanah (dapat dipercaya)
3. Tabligh (menyampaikan-mampu berkomunikasi dengan baik, bukan saja dengan orang yang dipimpinnya tetapi juga orang disekitarnya)
4. Fatonah (cerdas)
Jadi itulah; tugas, fungsi, peran dan sifat seorang pemimpin. Duh, banyak sekali yah. Bagaimana mempelajarinya dong ya? Cara alamiah mempelajarinya adalah dengan melakukan dalam kerja atau praktek.
Dan tidak ada cara ‘potong kompas’ to be a great leader. Lalu bagaimana dengan para ‘milenial’ yang saat ini sudah banyak menjadi pemimpin? Top management di perusahaan maupun di kepemerintahan?
Hmm.. Boleh jadi kaum ‘milenial’ itu jauh lebih pintar dari kaum ‘kolonial’; tetapi pengalaman, ya tetap harus dilalui.
Artinya untuk menjadi seorang pemimpin yang memiliki kepemimpinan yang mumpuni, tidak ada jalan lain selain selalu mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selamat berlibur & berakhir pekan semuanya.
R. Ario Hudoyo,
Pemerhati Sosial & Budaya
