Ini Dia Kereta Gantung versi Indonesia

by Slyika

Kita bisa tahu bahwa kereta gantung biasanya digunakan untuk menarik wisatawan di tempat wisata, contohnya di Taman Mini Indonesia, Ancol, dan berbagai tempat lainnya.

Fungsinya agar pengunjung bisa menikmati pemandangan disekitar tempat wisata tersebut dari atas dan bisa terlihat lebih jelas bahkan lebih indah.

Akan tetapi, pemerintah akan mengalihkan fungsi tersebut. Awalnya kereta gantung hanya untuk berekreasi tapi pemerintah akan membuat kereta gantung yang berfungsi sebagai kendaraan untuk bisa pergi berkerja.

Pemerintah bekerja sama dengan Jepang untuk membangun kereta gantung (hanging train) di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur (Kaltim).

Pemerintah tertarik untuk mengembangkan proyek kereta gantung ini dan menjadikan proyek ini contoh yang ada  di Chiba, Jepang untuk direalisasikan sebagai salah satu transportasi ramah lingkungan di Ibu Kota Negara (IKN).

Wacana tersebut disampaikan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam kunjungan kerja ke Jepang.

Pada saat melakukan kunjungan tersebut, beliau mendatangi Kota Chiba dan melihat kereta gantung atau hanging train yang sedang beroprasi di sana.

Pada pertemuan Budi Karya Sumadi dengan sejumlah petinggi pemerintahan di Jepang, Ia menjelaskan proyek tersebut mendapat perhatian khhusus dari Presiden Joko Widodo dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), supaya proyek ini bisa direlaisasikan di Ibu Kota Negara Baru nantinya.

“Saya juga sempat tadi pagi mengunjungi satu tempat namanya Chiba, disana ada kereta gantung atau hanging train,” katanya dalam konfrensi pers, Rabu (22/6/22).

Menhub juga menjelaskan, IKN bakal membutuhkan pergerakan atau hal yang unik. Kereta gantung atau Hanging train ini bisa menjadi alat transpotasi di gedung perkantoran Ibu Kota Negara.

Melansir dari Forbes, Chiba Urban Monorail adalah sistem monorel di Chiba, Jepang. Proyek kereta gantung ini terpanjang di dunia, dengan panjang sistem 15,2 km.

Ini adalah konfigurasi yang langka untuk transportasi umnum, dengan pemandangan fantastis kota yang dilewati, sekilas sci-fi bangunan yang lewat dari beberapa lantai, dan pemandangan jalan di depan yang tidak terhalang.

Dibutuhkan waktu sekitar satu jam untuk sampai ke Chiba dari Tokyo, yang terletak di seberang Teluk Tokyo.

Stasiun-stasiunnya juga unik. Sebgaian besar transportasi umum terjadi di terowongan yang diterangi cahaya artifisial jauh di bawah tanah.

Kereta ini tergantung dari rel diatas, dan meluncur ke stasiun. Alat transpotasi ini tergolong futuristik.

Kereta gantung atau hanging train ini, akan dibuat untuk pergerakan penduduk yang ada di Ibu Kota Negara nantinya. Kereta gantung ini dibuat dari satu kantor ke kantor lainnya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga akan membuat kereta gantung ini di tempat wisata lain yaitu di Bali.

Alat transportasi ini dinilai juga menjadi alat transportasi ramah lingkungan karena alat ini menggunakan listrik untuk bisa menggerakannya dan berbeda dari alat trasnportasi lainnya yang menggunakan bahan bakar bensin untuk bisa bergerak.

Kereta gantung atau hanging train ini akan menjadi environment friendly (ramah lingkungan).

Kementerian sebelumnya, telah menyampaikan pembangunan sistem transportasi cerdas, terintegrasi, dan ramah lingkungan di Ibu Kota Negara.

Tentunya untuk membuat transportasi cerdas, terintegrasi, dan ramah lingkungan ini membutuhkan biaya atau dana yang cukup besar.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan, pihaknya telah meminta anggaran tambahan kepada pemerintah sebesar anggaran tambahan sebesar Rp582,6 miliar di 2022 ini.

Budi Karya Sumadi mengaku telah menyampaikan kebutuhan penambahan anggaran untuk persiapan dan pembangunan sektor transportasi IKN 2022 itu kepada Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa.

Namun, tentunya Menhub beraharap bahwa pengembangan dan pekerjaan untuk proyek kereta gantung atau hanging train di Ibu Kota Negara bisa berjalan dengan baik, dan menggunakan teknologinya tidak dari Jepang saja melainkan bisa menggunakan teknologi dari negara lain.

Menhub meyakini bahwa proyek kereta gantung atau hanging train ini bisa diterapkan di Ibu Kota Negara sebagai alat transportasi listrik.

Konsep proyek ini sejalan dengan pengembangan di Ibu Kota Negara yang membutuhkan trasnportasi ramah lingkungan.

Opini saya sebagai penulis, saya sangat mendukung penuh dalam pembuatan kereta gantung atau hanging train ini.

Sebab, jika kita lihat keadaan sekarang, kebanyakan kota besar yang ada di Indonesia tidak bisa terhindar dari kata macet.

Macet juga menimblakan polusi udara yang kurang baik dan itu bisa menjadi hal yang berbahaya bagi tubuh manusia.

Proyek ini menjadi salah satu tahapan untuk membuat kota besar terutama Ibu Kota Negara baru nanti memiliki udara yang baik dan bisa mengurangi kemacetan di jalan raya.

Kesimpulannya, Ini adalah inovasi dan hal yang sangat psoitif untuk pembangunan Ibu Kota Negara.

Kereta gantung atau hanging train ini akan menjadi salah satu alat transportasi yang sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Tidak hanya menjadi alat transportasi yang ramah lingkungan, proyek kereta gantung ini adalah langkah juga menuju teknologi canggih masa depan.

Orang orang akan lebih mudah untuk sampai ketujuan kerja tanpa harus ada kata kata “macet” karena trasnportasi ini seperti terbang karena menggunakan rel di atas.

Akan ada lapangan kerja juga yang terbuka untuk para masyarakat sekitar ketika proyek ini sudah jadi.

Mohammad Diddan Alfaficha

Mahasiswa S1 Digital Public Relations, Telkom University

0 comment
2

Related Post

Leave a Comment