Banyak di antara kita yang tertarik pada cara bekerja yang lebih baik, namun kita tidak terlalu memikirkan cara istirahat yang lebih baik.
Dalam buku Alex Soojung-Kim Pang, Istirahat: Mengapa Anda Menyelesaikan Lebih Banyak Pekerjaan Saat Anda Bekerja Lebih Sedikit.
Pang menyoroti moralitas hitam putih akan “Istirahat” dan relasinya dengan pekerjaan serta memberikan solusi dalam konteks kreativitas melalui penelitiannya yang luas, yang mencakup segala hal mulai dari studi peer-review, wawancara dengan peneliti, hingga jurnal tokoh sejarah.
Bagi Pang, istirahat adalah keterlibatan, kesengajaan, dan sinstesa sebuah “yin” terhadap “yang” yang berarti sama-sama disengaja dan terfokus.
Menganggap istirahat dan pekerjaan sebagai hal yang biner atau bertolak belakang hanya menimbulkan masalah.
Tegasnya, “Kerja dan istirahat bukanlah hal yang berlawanan seperti hitam dan putih atau baik dan jahat; mereka lebih seperti titik-titik berbeda dalam gelombang kehidupan. Anda tidak dapat memiliki puncak tanpa palung. Anda tidak bisa mencapai titik tertinggi tanpa titik terendah. Tidak ada yang bisa ada tanpa yang lain”.
Pang juga mengingatkan kerawanan meromantisasi pekerjaan berlebihan adalah pekerjaan menjadi identitas inti kita.
“Jika pekerjaan Anda adalah diri Anda sendiri, ketika Anda berhenti bekerja, Anda pun lenyap.” — Alex Pang, Istirahat
Pang menghilangkan mitos bahwa semakin keras kita bekerja, semakin baik hasilnya.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ilmuwan yang bekerja 35 jam seminggu hanya setengah produktivitasnya dibandingkan mereka yang bekerja 20 jam seminggu.
Mereka yang bekerja 60 jam adalah yang paling tidak produktif. Dan itu bukan hanya bukti ilmiah.
Banyak orang kreatif paling produktif mengetahui hal ini secara intuitif.
Maya Angelou, Stephen King, Ernest Hemingway — orang-orang ini dan banyak lagi lainnya mengakhiri hari kerja mereka setelah empat jam.
Ternyata produktivitas tidak berbentuk garis lurus melainkan lebih seperti kurva lonceng.
Saat kita melakukan pekerjaan yang intens dan kreatif, produktivitas kita mencapai puncaknya setelah beberapa jam dan kemudian terbuang sia-sia.
Mengutip Pang, Anda harus mengatur hidup Anda berdasarkan pekerjaan Anda, bukan hari-hari Anda.
Jangan menipu diri sendiri dengan percaya bahwa Anda bisa menaklukkan dunia dalam 24 jam. Ambillah perlahan. Idealnya empat jam sekaligus.
Wawasan Pang akan makna istirahat dan kaitannya dengan kreativitas di bagi menjadi dua bagian.
Bagian pertama kiat merangsang kreativitas dan bagian ke dua berkenaan dengan mempertahankan level kreativitas.
Di bagian pertama, Pang memaparkan enam hal untuk merangsang kreativitas: Berikan jeda, miliki rutinitas pagi, berjalan, tidur siang, ingat kapan harus berhenti, mengatakan stop, dan tidur.
Kunci untuk tetap fokus dalam waktu yang lama adalah istirahat atau memberikan jeda. Jeda yang dimaksud tidak terlalu lama, dan juga tidak terlalu singkat. Selaras dengan tehnik pomodoro.
Kedua, rutinitas pagi adalah kunci dari bersemangatnya seorang individu untuk seharian penuh.
Menciptakan ritual kreativitas akan merangsang munculnya harapan dan semangat untuk menyelesaikan tantangan hari itu.
Ketiga, berjalan. Jalan kaki adalah contoh bagus dari aktivitas alami yang dapat kita pelajari untuk beradaptasi dengan tujuan baru.
Di kalangan pemikir kreatif, hal ini memberikan waktu untuk menjernihkan pikiran atau mendapatkan perspektif segar terhadap suatu masalah
Keempat, tidur siang, setidaknya 15 menit. Kelima, ingat kapan harus berhenti dari pekerjaan yang menumpuk, dan terakhir adalah tidur dengan cukup.
Untuk masa-masa saat ini, tidur adalah kesempatan atau sesuatu yang sangat mahal harganya, jadi nikmati.
Menemukan inspirasi adalah hal yang luar biasa, sedangkan mempertahankan level kreativitas adalah dengan memberikan waktu, yang dalam buku ini dibagi menjadi setidaknya empat bagian: give time to recover, latihan, deep play dan sabbaticals.
Hal pertama membantu tangguh adalah memberikan waktu untuk pulih. Berikan waktu bagi tubuh untuk mengistirahatkan diri.
Kedua, melakukan latihan. Latihan yang dimaksud disini adalah olahraga. Hal sederhana yang dapat dilakukan adalah jalan kaki. Ya, jalan kaki.
Ketiga, deep play. Deep play, bisa juga dikatakan sebagai hobi yang menantang, mengasyikkan secara mental, dan bermakna secara pribadi.
Imbalan psikologis dari permainan mendalam serupa dengan bekerja, namun tidak menjadi frustasi karenanya.
Keempat, sabbaticals. Dalam pengertian yang sederhana, sabbaticals adalah mengambil cuti panjang untuk penyegaran dari rutinitas dan kebosanan.
Kesimpulan besar dari “Istirahat” versi Alex Pang adalah untuk membangun relasi yang sehat dan seimbang antara pekerjaan, produktifitas dan kreatifitas mutlak menjadikan istirahat sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
Tio Novi
