JAKARTA – Partai Cinta Negeri (PCN) di bawah Ketum Samsuri SPdI MA menyampaikan visi mewujudkan kehidupan bangsa Indonesia adil, berdaulat serta misinya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Ketum PCN Samsuri SPdI MA, kehadiran partainya salah satu misinya adalah mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Melalui penyelenggaraan negara yang demokratis, transparan dan akuntabel yang berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.
“PCN berdiri di tengah-tengah rakyat Indonesia untuk memerangi dan membasmi korupsi serta menegakkan supremasi hukum untuk mewujudkan keadilan dan kepastian atas hak dan kewajiban asasi manusia bagi seluruh rakyat Indonesia,” tegas Samsusi kepada Beritaind.com di Jakarta, Kamis (26/12/24).
Menurutnya, untuk membangun karakter bangsa dan sistem demokrasi yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan kepribadian bangsa dalam upaya membangun kehidupan masyarakat yang bertakwa, aman, sejahtera dan bermartabat.
“Selain itu, kami ingin mencerdaskan kehidupan bangsa, serta berperan dalam membangun perdamaian dunia dengan politik luar negeri yang bebas aktif,” tuturnya.
“PCN juga bertekad ingin menyatukan kembali tekad bersama untuk menyongsong masa depan bangsa yang lebih baik dan unggul sesuai cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945,” ujarnya lagi.
Samsuri menjelaskan, dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berakhlak mulia, sehat, cerdas dan terampil, tidaklah mudah dibutuhkan komitmen yang kuat dari seluruh rakyat Indonesia.
“PCN bertekad untuk membangun sistem perekonomian nasional yang berorientasi pada penguatan ekonomi kerakyatan, membuka kesempatan berusaha dan lapangan kerja seluas-luasnya bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan rakyat dengan memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya alam secara tepatguna dan berdayaguna serta berkeadilan, berwawasan lingkungan dan kemaritiman,” tandasnya.
Menurutnya, negara adalah organisasi sosial, maka semua rakyat sepuh dan semua sepuh warga NKRI berhak dapat uang pensiun sebagai jaminan sosial hari tua.
Redaktur: Abdul Halim
