Lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah pada Sabtu, 21 Maret 2026 telah empat hari berlalu.
Meski begitu, sampai hari ini, Rabu, 25 Maret 2026, saya masih banyak menerima ucapan selamat dan doa.
Pengirimnya lebih dari 500 orang.
Mereka adalah para saudara dan teman-teman saya.
Domisilinya di semua pulau besar di Indonesia dan mancanegara.
Sebagian pengirim ada yang sebelumnya tidak pernah komunikasi sama saya.
Begitu mengirim ucapan selamat Idul Fitri, karena tidak ada namanya, saya balas dengan menanyakannya.
Setelah dijawab baru saya tahu dari siapa WhatsApp (WA) tersebut.
Ada juga dari teman yang sudah lama tidak mengontak saya.
Ternyata telepon genggamnya rusak, datanya hilang termasuk nomor WA saya.
Lebaran Idulfitri ini memberi banyak rezeki dan berkah. Mempererat silaturahim.
Juga menyambungkan komunikasi yang telah lama terputus.
Pengirim ucapan selamat Idul Fitri beragam.
Ada yang mengirimkan poster berisi foto dan namanya. Ada juga yang hanya foto.
Tidak sedikit yang nama saja. Sedangkan yang lain berisi kalimat yang panjang.
Banyak pengirim yang secara khusus menuliskan nama saya di awal kalimatnya.
Sebagai penghargaan dari mereka kepada saya.
Ada beberapa teman yang mengirimkan ucapan selamat sampai dua kali.
Mereka khawatir saya tidak membaca pesannya, sebab terus-menerus dapat WA dari saudara-saudara dan para kolega.
Kiriman mereka “tertimpa” dengan WA baru dan berada di urutan bawah.
Penghargaan saya sama kepada semua pengirim ucapan selamat Idulfitri itu, tanpa terkecuali.
Saya sangat menghargai kiriman mereka yang disertai doa.
Kenal Baik
Secara bertahap, saya membalas satu per satu ucapan selamat itu. Melakukannya di sela-sela silaturahim saat lebaran Idul Fitri.
Dalam sehari saya rata-rata bisa membalas antara 100 sampai 150 WA.
Tidak bisa langsung semua karena melakukan aktivitas yang lain.
Saat menulis balasan kepada setiap orang, saya sambil membayangkan orangnya.
Berusaha mengingat semua kebaikannya.
Memori saya memunculkan kembali tentang pengirim WA.
Untuk yang jarang komunikasi dengan saya, mengingatnya lagi.
Saya bersyukur karena sebagian besar pengirim ucapan selamat lebaran, saya kenal dengan baik.
Sambil menulis respon WA mereka, membayangkan wajahnya yang menyenangkan. Itu membuat bahagia.
Saya senang karena umumnya penerima respon WA memahami keterlambatan saya membalas kiriman mereka.
Maklum, selain jumlahnya banyak, juga harus berbagi dengan aktivitas yang lain utamanya silaturahim.
Saya harus minta maaf kepada semua penerima balasan WA yang telat saya respon. Sepenuhnya karena kesalahan saya.
Teringat Almarhum Letjen TNI Dr (HC) Doni Monardo
Saat membalas satu per satu ucapan selamat lebaran itu, saya teringat dengan seorang teman baik yang sudah saya anggap seperti abang sendiri.
Orangnya adalah almarhum Letjen TNI Dr (HC) Doni Monardo.
Mantan Kepala Badan Nasional Penanganan Bencana itu punya kebiasaan positif.
Biasa mengirimkan ucapan selamat dengan menuliskan nama orang yang dituju.
Tidak hanya itu, juga membalas satu per satu setiap ucapan selamat yang disampaikan kepadanya.
Itu kebiasaan Doni sejak lama.
Saya teringat di awal 2019 saat kami ketemu di salah satu resto di mall Pacific Place Jakarta Pusat. Ketika itu sore hari.
Sambil ngobrol ngalor ngidul, mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus itu membalas satu per satu WA yang dikirimkan kepadanya.
Beliau menyampaikan permohonan maaf karena diskusi sambil balas WA.
“Mohon maaf Pak Aqua, saya sambi dengan membalas WA. Saya menerima sekira 2.000 WA. Sebagian telah saya balas. Tinggal sisanya,” ujar suami dari Santi Monardo itu.
Beberapa hari sebelumnya, di salah satu stasiun televisi swasta, nama Doni disebut-sebut sebagai salah satu calon Wakil Presiden Joko Widodo.
Sesaat kemudian langsung ia menerima banyak WA ucapan selamat.
“Gara-gara nama saya disebut, jadi banyak yang kirim WA. Padahal saya sama sekali tidak berminat untuk terjun ke politik,” tambah Doni yang paling senang diskusi tanaman.
Semua kebiasaan positif Doni selalu dikenang dan diteladani.
Termasuk membalas seluruh WA kepadanya.
Terima kasih kepada semua saudara dan teman yang telah mengirimkan ucapan selamat lebaran dan doa buat saya sekeluarga.
Mohon maaf untuk keterlambatan saya membalasnya.
Dr Aqua Dwipayana
Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional
